Plh Sekdaprov Jatim harapkan PSLI momentum kebangkitan seniman

Plh Sekdaprov Jatim harapkan PSLI momentum kebangkitan seniman

Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melihat lukisan hasil karya seniman usai membuka PSLI 2022 di JX International Surabaya, Jumat (3/12/2021). ANTARA/Fiqih Arfani

Surabaya (ANTARA) - Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono berharap Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2021 menjadi momentum kebangkitan seniman-seniman di tengah pandemi COVID-19.

“Semoga pandemi terus melandai dan ruang-ruang bagi seniman seperti PSLI ini semakin berkembang,” ujarnya di sela membuka PSLI 2022 di JX International Surabaya, Jumat petang.

Menurut dia, kegiatan yang digelar para pelaku seni lukis tersebut juga akan mampu membuka peluang-peluang ekonomi, termasuk ajang silaturahim karena sudah sekitar dua tahun tak berada di satu pameran.

“Apa yang dilakukan seniman ini, sebetulnya tidak mempunyai harapan secara finansial. Tapi kalau goresan-goresan itu dibeli maka merasa diakui,” ucapnya.

Digelarnya PSLI sekaligus pameran, kata Heru, juga bisa membuat interaksi dan komunikasi pelukis dengan penggemar lukisan, termasuk saling memberikan masukan.

Baca juga: Mengenal Tuyuloveme, seniman mural yang karyanya mendunia
Baca juga: Museum virtual seniman maestro Gresik-Jatim Masmundari diresmikan

PSLI 2021 diselenggarakan mulai 3 Desember hingga 12 Desember yang diikuti sekitar 130 pelukis dari beberapa provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Bali, dan Kalimantan Selatan.

Ketua PSLI 2021, M Anis menjelaskan kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu para pelukis karena sebelumnya rutin digelar setiap tahun. Namun, selama dua tahun terakhir tak terlaksana karena pandemi COVID-19.

"Temanya tahun ini 'Ayo Bangkit'. Harapannya tema ini tidak hanya jargon untuk kebangkitan seniman lukis, tetapi juga seniman bidang lainnya," kata dia.

Sebagai acara penunjang, lanjut dia, di lokasi juga diselenggarakan festival keroncong, sajian musik jaz, lomba mewarnai hingga diskusi seni rupa.

"Selama gelaran pameran dilakukan protokol kesehatan ketat, termasuk seniman maupun pengunjung sudah divaksin. Di pintu masuk kami siapkan petugas yang membantu untuk scan barcode aplikasi PeduliLindungi," tutur Anis.

Baca juga: Ni Ketut Arini, maestro tari yang tak kenal lelah mengajar menari
Baca juga: Seniman lintas komunitas rayakan HUT ke-53 Taman Ismail Marzuki

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto mengapresiasi penyelenggaraan PSLI yang sudah menjadi agenda nasional tersebut.

Ia mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan komunitas seni lukis di Jatim, serta berharap setiap tahun bekerja sama dalam penyelenggaraan PSLI.

"PSLI ini sebagai ruang aktivitas bukan hanya bagi seniman lukis Jatim, tapi juga dari luar provinsi. Hikmahnya, peserta bisa saling bertukar pengalaman," kata pejabat yang juga seorang dalang tersebut. 

Baca juga: Pertahankan eksistensi seniman tari Senggigi lewat festival
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021