Din Syamsuddin: Dunia Islam dan Rusia potensial perkuat kerja sama

Din Syamsuddin: Dunia Islam dan Rusia potensial perkuat kerja sama

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI yang juga mantan Ketum Muhammadiyah Din Syamsuddin. (ANTARA/HO-Muhammadiyah).

Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengemukakan Dunia Islam dan Rusia sangat potensial untuk mengembangkan kerja sama yang konstruktif dan inovatif untuk membangun peradaban.

"Rusia dan dunia Islam memiliki hubungan historis sejak masa lampau, sangat potensial untuk mengembangkan kerja sama yang konstruktif dan inovatif," kata Din Syamsuddin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu malam.

Pernyataan itu dikemukakan Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu saat hadir dalam pertemuan Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam ke-15 di Jeddah, Rabu (24/11).

Pria yang juga menjabat sebagai Chairman of Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations itu mengatakan kerja sama Rusia dan Dunia Islam perlu mengedepankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar perkembangan peradaban.

Pandemi COVID-19, kata Din, memerlukan perkembangan sistem dunia yang berorientasi pada nilai spiritual dan menekankan tanggung jawab kolektif membangun kehidupan bersama.

Secara khusus Din yang pernah menjadi utusan khusus Presiden RI untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban memuji pendekatan kepemimpinan Presiden Federasi Rusia Putin yang dinilai simpatik terhadap Islam dan umat Islam.

"Pendekatan positif demikian merupakan modal penting kerja sama Rusia-Dunia Islam ke arah yang lebih konstruktif dan akan menjadi faktor pendukung terwujudnya peradaban baru," katanya.

Pertemuan sehari itu dihadiri oleh sekitar 30 anggota grup dari Rusia dan sejumlah negara Islam, dan seratusan peninjau terdiri dari ulama, cendekiawan Muslim dari beberapa negara, termasuk Rusia dan negara-negara Asia Tengah.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Saudi Arabia itu dibuka oleh pidato Khadimul Haramain Raja Salman bin Abdul 'Aziz yang dibacakan oleh Amir Khaled Al-Faisal, Gubernur Mekkah al-Mukarramah dan Presiden Putin yang dibacakan oleh Presiden Republik Tatarstan Rustam Minikhanov, yang juga Ketua Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam.

Sambutan lain datang antara lain dari Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Aliansi Antar Peradaban PBB, dan Sekjen Liga Islam Sedunia.

Pada intinya para pembicara menekankan pentingnya kerja sama antara Rusia dan dunia Islam ditingkatkan dengan hubungan politik, ekonomi, budaya, dan pemberantasan terorisme.

Topik pada tiga sesi selama satu hari itu membahas isu dialog dan budaya toleransi antar agama, peluang kerja sama ekonomi-perdagangan antara kedua pihak, dan model baru pembangunan untuk masa depan.

Federasi Rusia sejak beberapa tahun lalu menjadi peninjau di OKI. Dubes Rusia untuk OKI menjamu segenap peserta pertemuan di kediamannya di Jeddah.
Baca juga: Din Syamsuddin siap turun ke jalan jika MUI dibubarkan
Baca juga: Mengenang Kiai Haji Zainuddin Djazuli, sang pendobrak kekolotan salaf
Baca juga: DN PIM tidak setuju skeptisme warga atas aksi terorisme
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021