Uni Eropa dukung obat COVID-19 Regeneron-Roche, Celltrion

Uni Eropa dukung obat COVID-19 Regeneron-Roche, Celltrion

Sebuah botol antibodi monoklonal Regeneron terlihat saat perawat mencari pembuluh darah pasien di Sarasota, Florida, AS, September 2021. (ANTARA/Reuters)

Amsterdam (ANTARA) - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) merekomendasikan dua obat antibodi COVID-19 buatan Regeneron-Roche asal Amerika-Swiss dan Celltrion asal Korea Selatan, saat kawasan itu membangun pertahanannya terhadap lonjakan kasus.

Restu Komisi Eropa itu menjadi yang pertama untuk pengobatan COVID-19 di benua tersebut setelah remdesivir produksi Gilead disetujui tahun lalu.

Reuters awal pekan ini melaporkan bahwa EMA akan segera mengesahkan kedua obat tersebut.

Ronapreve, koktail atau campuran obat antibodi buatan Regeneron-Roche, didukung oleh komisi obat-obatan manusia EMA untuk mengobati pasien COVID-19 orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun yang tidak membutuhkan bantuan oksigen dan berisiko tinggi terkena penyakit parah.

Baca juga: Kabar COVID-19 dunia, dari protes vaksin hingga obat COVID-19

Sedangkan Regkirona produksi Celltrion hanya direkomendasikan untuk orang dewasa dengan kondisi serupa.

Ronapreve juga dapat digunakan untuk mencegah COVID-19 pada orang di atas 12 tahun dengan bobot minimal 40 kg, kata EMA.

Kedua obat tersebut masuk ke dalam kategori kelas obat yang disebut antibodi monoklonal, yang menyerupai antibodi alami yang dihasilkan oleh tubuh manusia untuk melawan infeksi.

Selagi proses persetujuan berlangsung, kedua obat tersebut sudah tersedia untuk sejumlah pasien di Uni Eropa saat EMA membantu negara-negara anggota dalam penggunaan awal di beberapa kasus.

Baca juga: Obat antibodi Regeneron beri perlindungan dari COVID-19 delapan bulan

Koktail antibodi Regeneron mengantongi izin darurat di Amerika Serikat tahun lalu dan pada Agustus mendapatkan izin edar bersyarat di Inggris.

Uni Eropa tidak memiliki kontrak pasokan dengan Celltrion, yang obat antibodinya sejauh ini hanya disetujui di Korea Selatan.

Rekomendasi pada Kamis muncul setelah Eli Lilly pekan lalu mencabut permohonan izin atas obat antibodinya di Uni Eropa, lantaran rendahnya permintaan dari negara-negara anggota EU saat blok tersebut berfokus pada pemasok lain.

Sumber: Reuters

Baca juga: Menkes: Pfizer keluarkan produk obat antivirus pesaing Molnuvirapir
Baca juga: Menkes: Harga obat COVID-19 Molnuvirapir di bawah Rp1 juta
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021