Kasus aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa 0,35 persen

Kasus aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa 0,35 persen

Seorang ibu memperbaiki masker anaknya yang mengikuti pembelajaran tatap muka secara terbatas di SLB ABCD Muhammadiyah di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (13/10/2021). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan kasus aktif COVID-19 di Sulteng saat ini 0,35 persen.

"Kasus aktif COVID-19 atau warga terpapar COVID-19 yang masih menjalani isolasi di Sulteng hari ini tinggal 164 kasus atau 0,35 persen dari total warga yang terkonfirmasi terpapar COVID-19 sebanyak 46.932 orang," katanya di Kota Palu, Ahad malam.

Ia menerangkan 164 orang yang terpapar COVID-19 itu berada di sejumlah daerah antara lain 14 orang di Kota Palu, 11 orang di Kabupaten Banggai, 24 orang di Morowali Utara (Morut), 19 orang di Parigi Moutong, 36 orang di Poso, 10 orang di Sigi.

Kemudian, 15 orang di Tolitoli, satu orang di Banggai Laut, lima orang di Buol, empat orang di Donggala, tiga orang di Morowali dan lima orang di Tojo Una-Una.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulteng tambah 32 jadi 45.096 orang

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng dekati 100 persen


"Sementara itu 45.180 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh atau naik menjadi 96,27 persen dari total warga yang terpapar di Sulteng. Selain itu 1.588 orang dinyatakan meninggal dunia atau 3,38 persen," ujarnya.

Hari ini Adiman mengatakan 15 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh, sembilan orang terkonfirmasi positif dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebarannya secara ketat.

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," ujarnya.*

Baca juga: Zona orange COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa satu daerah

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah tinggal 0,45 persen

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021