Ratusan ribu pekerja industri hulu migas telah disuntik vaksin

Ratusan ribu pekerja industri hulu migas telah disuntik vaksin

Seorang pekerja migas tengah mendapatkan suntikan vasinasi COVID-19 tahap pertama yang difasilitasi oleh SKK Migas Sumbagsel, PetroChina International Jabung dan KKKS lainnya yang digelar di EV-Garden Kota Jambi, Senin. (ANTARA/Tuyani)

Jakarta (ANTARA) - SKK Migas mencatat sudah 103.602 orang pekerja industri hulu minyak dan gas bumi telah disuntik vaksin sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Tercatat sampai kuartal III, jumlah pekerja di industri hulu migas yang telah mendapatkan vaksin mencapai 103.602 orang atau sebesar 93 persen dari target," kata Sekretaris SKK Migas Taslim Yunus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Taslim mengatakan capaian vaksinasi yang tinggi di industri hulu migas tersebut menunjukkan dukungan kuat dan nyata dari para pelaku usaha hulu migas dalam menyukseskan program pemerintah.

Baca juga: Indonesia harus tingkatkan produksi migas untuk hindari krisis energi

Saat ini, capaian vaksinasi di industri hulu migas maupun pekerja di lingkungan SKK Migas telah berada di atas target Pemerintah yang sebesar 70 persen sampai akhir tahun 2021.

“Kami menyadari bahwa dibukanya secara normal aktivitas perekonomian dan usaha sangat ditentukan salah satunya adalah keberhasilan pelaksanaan vaksin untuk menciptakan herd immunity," ujar Taslim.

Lebih lanjut dia menyampaikan industri hulu migas termasuk sektor usaha dalam kriteria esensial dan sangat dibutuhkan terkait penyediaan energi hingga bahan baku industri, sehingga SKK Migas terus berupaya mencegah penyebaran COVID-19 karena akan mengganggu operasional hulu migas.

Baca juga: Kegiatan bisnis hulu Pertamina catatkan TKDN hingga 62 persen

Dalam beberapa kejadian justru dapat menyebabkan kemunduran penyelesaian proyek hulu migas. Bahkan COVID-19 menunda jadwal onstream di Proyek Tangguh Train 3 dan Jambaran Tiung Biru, salah satu faktornya menyebabkan outbreak karena ada beberapa pekerja proyek yang terpapar virus Corona, sehingga proyek dihentikan sementara.

"Berhentinya proyek ini menyebabkan mundurnya jadwal penyelesaian dan berdampak belum masuknya tambahan produksi minyak dan gas. Namun, kami bersyukur secara keseluruhan operasional dan proyek hulu migas dapat dijaga dari kasus COVID-19," jelas Taslim.

Hingga kuartal III 2022, capaian lifting migas mencapai 96 persen dari target dan telah memberikan kontribusi penerimaan negara sebesar 9,53 miliar dolar AS atau setara dengan Rp136,8 triliun atau sudah mencapai 131 persen dari target APBN.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021