Papua minta kabupaten lain dimasukan dalam penanganan kemiskinan

Papua minta kabupaten lain dimasukan dalam penanganan kemiskinan

Kepala Bappeda Provinsi Papua Yohanis Walilo. ANTARA/Hendrina Dian Kandipi.

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berharap kabupaten lain di wilayahnya dimasukkan juga dalam program percepatan penanganan kemiskinan ekstrem yang dilaksanakan Pemerintah Pusat.

Kepala Bappeda Provinsi Papua Yohanis Walilo kepada Antara di Jayapura, Selasa, mengatakan program ini dilakukan dalam rangka menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem pada beberapa provinsi dan salah satunya Bumi Cenderawasih.

"Untuk tahap pertama ini, lima kabupaten Papua terpilih menjadi prioritas di 2021, di mana diharapkan selanjutnya kabupaten lain juga dapat dimasukkan," katanya.

Menurut Yohanis, untuk kemiskinan ekstrem sebenarnya tidak hanya lima kabupaten tersebut, ada wilayah lainnya yang juga termasuk di dalamnya.

Baca juga: Gus Menteri optimistis kemiskinan ekstrem nol persen tercapai 2024

Baca juga: Jumlah penduduk miskin ekstrem di Rote Ndao capai 28.720 jiwa


"Namun, diharapkan di lima kabupaten awal ini tingkat kemiskinan ekstrem turun dan wilayah lainnya juga dapat turun," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin meminta kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam prioritas 2021 di Provinsi Papua untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing.

Khusus untuk lima kabupaten di Papua yang menjadi prioritas di 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 196.120 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.500 rumah tangga.

Jumlah tersebut tersebar di Kabupaten Jayawijaya dengan tingkat kemiskinan ekstrem 30,84 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 67.720 jiwa; Kabupaten Puncak Jaya dengan tingkat kemiskinan ekstrem 26,53 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 35.180; Kabupaten Lanny Jaya dengan tingkat kemiskinan ekstrem 30,52 persen jumlah dan penduduk miskin ekstrem 54.920 jiwa.

Kemudian, Kabupaten Mamberamo Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem 29,19 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 14.200 jiwa; serta Kabupaten Deiyai dengan tingkat kemiskinan ekstrem 32,48 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 24.100 jiwa.*

Baca juga: Wapres minta NTT perbaiki data kemiskinan esktrem 2022-2024

Baca juga: Wapres dorong NTT tingkatkan produksi atasi kemiskinan ekstrem
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021