Dorong inklusivitas ketenagakerjaan, Menaker terima penghargaan USAID

Dorong inklusivitas ketenagakerjaan, Menaker terima penghargaan USAID

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (ANTARA/HO-Kemenaker)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerima penghargaan dari United States Agency for International Development (USAID) atas upaya mendorong inklusivitas ketenagakerjaan, terutama tenaga kerja perempuan dan disabilitas.

Perhargaan itu disampaikan oleh Wakil Dubes AS untuk Indonesia, Michael F. Kleine.

Menaker Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan untuk mewujudkan inklusivitas itu, kementeriannya menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang inklusif.

Baca juga: Menaker minta penguji K3 ubah hambatan pandemi menjadi peluang

"Untuk itu, pemerintah menggandeng seluruh potensi yang ada, baik pengusaha, BUMN, perguruan tinggi, maupun kelompok masyarakat atau civil society organization, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID-Mitra Kunci," ujar Menaker.

Ia mengatakan saat menjadi pembicara kunci Konferensi Inklusivitas, Sebuah Inisiatif Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan yang Inklusif Mendorong Inklusivitas dan Pengembangan Jejaring Kerja Sama dengan Dunia Usaha dalam Upaya Reformasi BLK, Rabu.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan terus memperkuat dan mendorong implementasi nilai-nilai inklusivitas dari hulu hingga hilir ketenagakerjaan.

Baca juga: Menaker ingatkan pengawas pastikan hak pekerja terpenuhi

Dari hulu, disampaikan, upaya yang dilakukan adalah memberikan akses seluas-luasnya bagi kelompok rentan seperti pemuda miskin, perempuan, dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan skill, meningkatkan skill (up-skilling), ataupun alih keterampilan (re-skilling).

"Karena dengan penguasaan skill dan kompetensi yang tepat, setiap individu akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, atau berwirausaha," katanya.

Ia menambahkan, dalam rangka memperluas akses masyarakat untuk mengikuti pelatihan di BLK maupun LPK, serta rangka mempraktikkan nilai inklusivitas, pemerintah telah menghapus pembatasan usia maupun latar belakang pendidikan. Begitupun bagi perempuan dan penyandang disabilitas juga memiliki akses yang sama.

Baca juga: Menaker terus upayakan penempatan pekerja migran Indonesia ke Korsel

"Semua langkah ini, adalah bagian dari transformasi BLK yang merupakan salah satu program prioritas kami, untuk mencetak SDM yang kompeten dan berdaya saing, serta sesuai dengan kebutuhan pasar kerja melalui pelatihan vokasi," katanya.

Pada sisi hilir, lanjut Menaker, upaya yang dilakukan yaitu mewujudkan pasar kerja yang inklusif.

Upaya ini dilakukan dengan memperkuat partisipasi tenaga kerja perempuan dan disabilitas dalam dunia usaha dan industri (DUDI) dan kewirausahaan.

Baca juga: Menaker: SDM usia produktif harus disiapkan untuk Bonus Demografi

Bahkan, Pemerintah Indonesia mengangkat isu pasar kerja yang inkusif (inclusive labour market) ini sebagai salah satu isu utama dalam Employment Working Group (EWG) G20, di mana Indonesia menjadi Presidensi KTT G20 di tahun 2022.

"Jadi, isu prioritas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022 yang kedua adalah inclusive labour market, pasar kerja inklusif, dengan meningkatkan partisipasi tenaga kerja disabilitas dalam Dunia Usaha dan Industri dan kewirausahaan," ujarnya.

Baca juga: Menaker pastikan upaya bidang K3 cegah COVID-19 di tempat kerja
 
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021