Ketua Umum PP Muhammadiyah minta ormas lebih banyak memberi

Ketua Umum PP Muhammadiyah minta ormas lebih banyak memberi

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberi sambutan secara virtual dalam acara penandatanganan MoU Muhammadiyah dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia dipantau di Yogyakarta, Selasa. (ANTARA/HO/PP Muhammadiyah)

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) di Tanah Air tampil mandiri dengan lebih banyak memberi ketimbang menerima.

"Semakin ormas itu lebih banyak memberi daripada menerima, itu semakin baik. Artinya, ormas itu memang menjadi penjelmaan dari 'khair al-ummah', institusi terbaik dan itu yang diajarkan Islam," kata Haedar secara virtual dalam acara penandatanganan MoU Muhammadiyah dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia dipantau di Yogyakarta, Selasa.

Ormas yang lebih mandiri, ujar Haedar, akan menjadi kekuatan yang mampu memberi untuk orang lain dan tidak lagi menerima.

Baca juga: Muhammadiyah: Pancasila tidak boleh ditafsirkan dengan radikal-ekstrem

Kepentingan Muhammadiyah dalam MoU dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia, kata dia, adalah keinginan amal usaha dan kegiatan usaha yang dijalankan Muhammadiyah agar lebih berkualitas, semakin kuat, dan mandiri.

Muhammadiyah dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia, menurut dia, ingin terus meningkatkan hubungan yang simbiosis mutualistis dan terus menggelorakan semangat "ta'awun" (saling menolong).

"Dengan ini semoga bisa saling memajukan satu sama lain, baik Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia maupun kita di Muhammadiyah. Karena semua amal usaha tidak mungkin berkembang jika tidak bekerja sama satu sama lain," tutur Haedar.

Baca juga: Muhammadiyah ingatkan amendemen UUD tidak untuk kepentingan pragmatis

Menjalin kerja sama dengan dua bank tersebut, menurut dia, dilakukan agar Muhammadiyah dan umat Islam tidak hanya mandiri tetapi juga lebih kuat.

Apabila Muhammadiyah sebagai ormas semakin kuat, kata Haedar, maka akan lebih leluasa dalam menjalankan dakwah "amar ma'ruf nahi munkar".

"Kami berharap dengan kekuatan ini bisa saling berkontribusi membangun negeri. Jangan sampai tergantung. Karenanya, keberadaan amal usaha dan kegiatan usaha di Muhammadiyah ini agar menjadi kekuatan yang mandiri dan memberi manfaat seluas-luasnya," kata dia.

Baca juga: Muhammadiyah dorong pembelajaran tatap muka dengan disiplin prokes
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021