DPRD Surabaya beri solusi bagi pekerja milenial di era normal baru

DPRD Surabaya beri solusi bagi pekerja milenial di era normal baru

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti saat memaparkan hasil penelitiannya di ajang Konferensi Konferensi Internasional Pascasarjana (ICPS) 2021, Kamis (9/9/2021). ANTARA/DPRD Surabaya

Surabaya (ANTARA) - Pimpinan DPRD Surabaya memberikan solusi bagi para pekerja milineal baru di era normal baru agar bisa berkontribusi lebih luas terhadap perekonomian dalam Konferensi Internasional Pasca-Sarjana (ICPS) 2021, Kamis.

"Tujuannya agar Pemkot Surabaya dapat melakukan langkah intervensi kepada para pekerja dengan menggunakan pendekatan yang melihat pada kebutuhan generasi millenial," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti saat memaparkan hasil penelitiannya di ajang Konferensi ICPS 2021 yang digelar secara virtual oleh Universitas Airlangga (Unair) dan Research Synergy.

Adapun penelitian yang dipaparkan Reni dalam Konferensi ICPS 2021 yang diikuti oleh 123 presenter lintas negara dengan 24 sesi selama 8-9 September 2021 berjudul "The Behavioral Patterns of Surabaya Millennial Workers Facing New Normalities Amid the COVID-19 Pandemic and Their HR Development".

"Riset ini membahas tentang bagaimana pekerja milenial menghadapi normal baru dan pengembangan SDM-nya," kata Reni.

Reni yang saat ini juga tengah menempuh studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Unair ini memberikan solusi bagi pekerja milenial dalam menghadapi era normal baru dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Reni memilih pekerja millenial sebagai obyek penelitian karena berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 angkatan kerja usia 20-34 tahun lebih dari 50 persen.

Melalui paparannya dalam bahasa Inggris, Reni menyebutkan empat hal pemenuhan kebutuhan para pekerja milenial yakni akomodasi pelatihan kerja, pembakuan regulasi work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, standar operasional jam kerja dan akses internet.

"Persoalan yang kerap dihadapi para pekerja milenial meliputi tiga aspek mulai dari segi ekonomi, sosial-psikologi, serta efisiensi dan efektivitas birokrasi hingga kebijakan pembatasan yang perlu dievaluasi," kata Reni.

Terakhir, Reni ini berharap agar forum intelektual seperti ini bisa menjadi sarana untuk kolaborasi dan bertukar gagasan demi kebaikan ilmu pengetahuan dan solusi bagi masyarakat.

"Terima kasih juga kepada para millenial responden penelitian yang telah berpartisipasi dari berbagai instansi, mulai dari penyelenggara pemerintahan, pendidikan, pekerja sosial, infrastruktur, hingga rekan-rekan jurnalis," kata Reni. (*)
Baca juga: DPRD: Perkuat penanganan COVID-19 di Surabaya mulai dari hulu
Baca juga: Pimpinan DPRD: Perhatikan nasib anak yatim Surabaya terdampak pandemi
Baca juga: Reni Astuti lanjutkan pemberdayaan UMKM eks lokalisasi Dolly
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021