Kasus COVID-19 di Batam menurun 76,36 persen

Kasus COVID-19 di Batam menurun 76,36 persen

Warga Kota Batam mengikuti vaksinasi COVID-19 demi meningkatkan kekebalan tubuh komunal. Satgas COVID-19 Kota Batam mencatatkan penurunan kasus COVID-19 pada Agustus 2021 dibandingkan sebulan sebelumnya. ANTARA/Naim.

Batam (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Batam Kepulauan Riau pada Agustus 2021 turun 76,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Data Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang dibagikan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Azril Apriansyah disebutkan, sepanjang Juli 2021 terdapat 9.651 kasus, dan pada Agustus turun drastis menjadi 2.281 kasus.

Kasus harian terus berkurang. Apabila pada Juli, tambahan kasus dalam sehari lebih dari 200 orang, bahkan sempat mencapai 500 orang dalam sehari, pada Agustus, hanya puluhan orang hingga 100 orang per hari.

Seiring makin berkurangnya warga yang terkonfirmasi positif setiap harinya dan meningkatnya angka kesembuhan, maka saat ini tercatat tinggal 234 orang yang masih dalam perawatan karena positif COVID-19.

Baca juga: Satgas tetapkan Batam dan Bintan Zona Kuning COVID-19

Baca juga: Pulau penyangga di Batam kembali nihil kasus COVID-19


Angka kumulatif kasus konfirmasi positif sebanyak 25.519 orang, dan sembuh 24.473. Disebutkan pula, angka kumulatif kasus meninggal sebanyak 812 orang.

Tingkat kesembuhan 95,90 persen, tingkat kematian 3,18 persen, dan kasus aktif 0,917 persen.

Kasus COVID-19 tersebar hingga pulau penyangga. Dari tiga kecamatan hinterland, dua di antaranya berzona kuning yaitu Belakangpadang dan Bulang. Sedangkan Galang berzona hijau bersih dari COVID-19.

Sementara di pulau utama, dari sembilan kecamatan, dua di antaranya zona kuning yaitu Batuampar, Nongsa dan satu zona merah muda yaitu Bengkong. Sedangkan enam kecamatan lainnya, yaitu Sekupang, Batuaji, Sagulung, Seibeduk, Batam Kota, dan Lubuk Baja berzona merah.

Masih dalam laporan Satgas disebutkan, dari 812 kasus meninggal di Batam, 421 di antaranya tanpa komorbid, dan 391 lainnya dengan komorbid.

Tercatat, penyakit komorbid paling tinggi pada kasus kematian COVID-19 adalah diabetes melitus sebanyak 212 kasus, hipertensi sebanyak 175 kasus, dan pneumonia sebanyak 103 kasus.*

Baca juga: Pulau penyangga di Batam kembali nol COVID-19

Baca juga: Anggota DPR gendeng BPTD IV salurkan paket bansos COVID-19 di Batam
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021