Angka sembuh dari COVID-19 di Boyolali meningkat 288 kasus

Angka sembuh dari COVID-19 di Boyolali meningkat 288 kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina saat memberikan penerangan di Boyolali, Kamis (12/8/2021) (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyebutkan angka pasien sembuh dari COVID-19 di wilayahnya di Jawa Tengah, hingga Kamis petang ini, meningkat 228 kasus dibanding hari sebelumnya sehingga total menjadi 21.021 kasus.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina angka pasien sembuh dari COVID-19 di Boyolali memang pertambahannya meningkat menjadi 288 kasus sehingga total menjadi 21.021 kasus atau sekitar 91,1 persen.

"Dibanding angka pasien sembuh dari COVID-19 di Boyolali, pada Rabu (11/8), hanya bertambah 83 kasus dan Kamis ini, mencapai 288 kasus atau meningkat 205 kasus per hari," kata Ratri.

Selain itu, angka aktif COVID-19 di Boyolali juga mengalami penurunan dibanding sebelumnya yakni pada Kamis ini, tercatat pasien dirawat di rumah sakit ada 244 kasus dan menjalani isolasi mandiri ada 560 kasus sehingga total menjadi 804 kasus.

Angka kasus aktif COVID-19 pada hari sebelumnya, kata dia, untuk pasien dirawat di rumah sakit ada 269 kasus dan untuk pasien menjalani isolasi mandiri ada 614 kasus sehingga total 883 kasus. Sehingga, ada penurunan 79 kasus angka aktif COVID-19 di Boyolali.

Baca juga: Tingkat keterisian ruang isolasi pasien COVID-19 di Boyolali menurun

Baca juga: Boyolali siapkan gedung isolasi terpusat antisipasi lonjakan COVID-19


Namun, kata dia, angka kematian karena COVID-19 di Boyolali masih dinilai tinggi per harinya, yakni penambahannya mencapai 17 kasus sehingga totalnya menjadi 1.254 kasus atau sekitar 5,4 persen. Sedangkan, pada hari sebelumnya mencapai 11 kasus atau meningkat enam kasus. Namun, secara absolut kasus aktif COVID-19 di Boyolali ada menurun.

"Kami mencatat penambahan kasus baru COVID-19 di Boyolali penambahannya hingga Kamis ini, mencapai 226 kasus sehingga secara akumulasi menjadi 23.079 kasus," katanya.

Menurut dia, perkembangan kasus COVID-19 di Boyolali masuk zona resiko rendah atau warna kuning. Skor angka indeks kesehatan masyarakat (IKM) COVID-19 di Boyolali mencapai 2,51.

Kendati demikian, pihaknya terus meminta warga masyarakat tetap mematuhi 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan untuk menekan angka kasus COVID-19 di wilayahnya.

Selain itu, pihaknya bersama semua elemen baik TNI maupun Polri serta faskes lainnya untuk terus melakukan percepatan program vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan kelompok dari penyebaran COVID-19.

Jumlah program percepatan vaksinasi di Boyolali hingga penyuntikan dosis pertama sudah mencapai 150.468 dosis atau sekitar 18 persen dari total sasaran sebanyak 835.772 dosis. Untuk penyuntikan dosis kedua realisasi mencapai 70.660 dosis atau sekitar 8,45 persen. 

Baca juga: Ratusan OTG COVID-19 di Asrama Haji Donohudan sembuh

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 Boyolali kembali bertambah


 
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021