Warga Duo Koto Agam digegerkan jejak cakaran satwa liar diduga harimau

Warga Duo Koto Agam digegerkan jejak cakaran satwa liar diduga harimau

Petugas Resor KSDA Agam sedang identifikasi keberadaan satwa, Kamis (12/8/2021). Antarasumbar/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Warga Jalan Lingkar Situpo, Jorong Mudiak, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat digegerkan dengan ditemukannya jejak cakaran satwa liar yang diduga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada pohon kulit manis yang ada di kebun milik warga setempat.

Wali Nagari Duo Koto Joni Safri, di Lubukbasung, Kamis, mengatakan jejak itu pertama kali ditemukan Alamsyah (55), saat berada di kebun untuk mencari buah durian pada Selasa (10/8) pagi.

"Pada Senin (9/8) malam, Alamsyah mendengar bunyi satwa di kebun saat ia sedang berada di dalam pondok. Ia langsung mengatakan ambillah durian itu dan jangan ganggu saya," katanya.

Pada Selasa (10/8) pagi, Alamsyah menemukan jejak satwa di pohon kulit manis dan melaporkan temuan jejak satwa itu Bhabinkamtibmas Duo Koto.

Setelah itu, ia langsung melaporkan temuan jejak cakaran satwa itu ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam untuk memastikan jejak cakaran tersebut pada Selasa (10/8) malam.

Namun, ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun untuk memanen durian, dengan cara menghindar apabila ketemu dengan satwa agar tidak diserang dan jangan sendiri di kebun.

"Segera menghindar ke lokasi lebih aman, agar tidak diserang satwa itu. Imbauan itu telah kami sampaikan ke warga," kata Joni pula.

Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra mengatakan petugas Resor KSDA Agam langsung ke lokasi untuk memastikan jejak yang dilaporkan itu, dengan Wali Jorong Mudik Pindi Eka Hadi Nata dan warga sekitar pada Kamis.

Dari hasil identifikasi dan wawancara saksi mata, petugas menemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa jejak cakaran macan dahan (Neofelis diardi diardi) dan beruang madu (Helarctos malayanus) di lokasi.

Selain itu, menemukan bekas buah durian yang dimakan beruang madu.

"Jejak itu diperkirakan sekitar satu sampai dua hari lalu," katanya.

Ia menambahkan, Resor KSDA Agam bakal memasang kamera jebak untuk memastikan gambar visual pada Jumat (13/8).

Apabila terekam beruang madu atau macan dahan, katanya pula, Resor KSDA Agam bakal melakukan pengusiran satwa itu, karena jarak dari lokasi ke permukiman hanya 500 meter.

Resor KSDA Agam juga sedang menangani konflik antara manusia dengan satwa berupa beruang madu di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjungraya.

"Kami memasang satu unit kandang jebak dan tiga unit kamera jebak pada Jumat (6/8)," katanya lagi.
Baca juga: JBI edukasi masyarakat tidak menggangu habitat satwa liar
Baca juga: Tim ekspedisi UGM temukan jejak Anoa
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021