Pengedar narkoba meninggal di tangga ruang tahanan Polresta Pontianak

Pengedar narkoba meninggal di tangga ruang tahanan Polresta Pontianak

Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Leo Joko Triwibowo (Foto Andilala)

Pontianak (ANTARA) - Seorang terduga pengedar narkotika berinisial MF (29) ditemukan meninggal dan tergeletak di tangga ruang tahanan Polresta Pontianak, setelah sempat menjalani pemeriksaan oleh petugas, Rabu.  

Tahanan asal Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, itu ditemukan meninggal setelah ditangkap dan menjalani pemeriksaan dengan kondisi mulut berbusa.

Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Leo Joko Triwibowo, membenarkan kejadian tersebut.

"Terduga pengedar narkoba MF ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa atau meninggal di tangga masuk ruang tahanan narkotika Polresta Pontianak," kata Kapolresta.

Baca juga: Kapolresta Pontianak: Tahanan akui kabur untuk konsumsi narkoba

Leo menjelaskan, dari pemeriksaan secara fisik, pihaknya tidak menemukan kekerasan di tubuh korban dan atas kejadian itu, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih langsung dimakamkan pada Rabu sore.

"Jenazah MF sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman hari ini juga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Pontianak menambahkan, kronologis penangkapan terhadap terduga pengedar narkoba MF, yakni pada Minggu (16/5). Saat itu personel dari Polresta Pontianak berhasil menangkap MF atas dugaan sebagai pengedar narkoba jenis sabu di kawasan Pasar Flamboyan Pontianak.

Baca juga: Polda Kalbar ungkap Napi Lapas Pontianak kendalikan peredaran narkoba

Saat dilakukan penggeledahan terhadap MF, tidak ditemukan barang bukti, tetapi dia terindikasi sedang dalam pengaruh narkoba sehingga tetap dibawa untuk diperiksa di Mapolresta Pontianak.

"Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan MF, dirinya baru saja menggunakan narkotika jenis sabu di tempat orang tuanya di Gang Stabil Kecamatan Pontianak Timur, dan juga mengakui menggunakan barang haram itu sejak berusia belasan tahun," ungkapnya.

Dia menambahkan, MF statusnya baru terduga karena tidak ditemukan barang bukti, tetapi dia diperiksa masih dalam pengaruh narkoba.

"Saat kami temukan MF, di mulutnya ditemukan atau dalam keadaan berbusa dan tidak kami temukan luka memar di seluruh tubuhnya, sehingga kuat dugaan dia over dosis," kata Kapolresta Pontianak.

Baca juga: Polisi Pontianak ringkus wanita miliki ekstasi jenis baru

Baca juga: 75 persen penghuni LP Pontianak napi narkoba

 
Pewarta : Andilala
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021