Pemkot Pontianak canangkan kampung donor darah

Pemkot Pontianak canangkan kampung donor darah

Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono meresmikan pencanangan Kampung Donor Darah di Jalan Padat Karya, Komplek Didis Permai RT 03 RW 15 Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur. ANTARA/HO-Humas Pemkot Pontianak/am.

Pontianak (ANTARA) - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono meresmikan pencanangan Kampung Donor Darah di Jalan Padat Karya, Komplek Didis Permai RT 03 RW 15 Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur.

"Dengan dicanangkannya Kampung Donor Darah ini, kami berharap bisa menjadi percontohan bagi kelurahan-kelurahan lainnya yang ada di Kota Pontianak, dan masing-masing wilayah juga membentuk kampung donor darah sebagai wujud kepedulian sosial," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Selasa.

Pencanangan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan donor darah yang diikuti sebanyak 105 pendonor dengan jumlah 95 kantong darah yang berhasil terkumpul.

Menurutnya, di Kota Pontianak kebutuhan darah setiap harinya mencapai sekitar 150 kantong darah. Jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi keseluruhan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak yang hanya mampu menyediakan sekitar 70 hingga 80 kantong darah.

"Darah ini tidak bisa diproduksi dengan mesin, melainkan hanya dari tubuh manusia. Oleh sebab itu kita terus mensosialisasikan kepada siapapun untuk mendonorkan darahnya demi kemanusiaan," ujarnya.

Baca juga: Dusun Kidul Besuk jadi kampung donor darah siaga pertama di Jember

Edi menambahkan, bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya akan didata dalam database pendonor, sehingga ketika dibutuhkan, para pendonor tersebut bisa dihubungi untuk kesediaan mendonorkan darahnya.

"Karena setiap orang yang mendonorkan darahnya tidak bisa dilakukan setiap hari, tetapi harus ada rentang waktu antara 3-4 bulan," terangnya.

Sementara itu, Lurah Saigon, Yuspriati mengatakan, keberadaan Kampung Donor Darah ini akan semakin memudahkan, tersistematis dan mendekatkan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan ini.

Ia berharap, para pegiat dan relawan kampung donor tidak hanya semata mendonorkan darah saja, tetapi juga menjalin komunikasi dan terorganisasi untuk mengajak, mengedukasi dan mensosialisasikan manfaat donor darah kepada masyarakat di lingkungannya.

"Mengingat darah sangat dibutuhkan sebagian masyarakat untuk transfusi darah, sehingga kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya sangat penting dalam menolong nyawa orang lain," katanya.

Baca juga: Sumber Urip, kampung donor darah di Bengkulu
Baca juga: PMI Rejang Lebong bentuk kampung donor darah
Pewarta : Andilala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021