KKP: Perairan Arafura dan Timor penting untuk ekologi dan ekonomi

KKP: Perairan Arafura dan Timor penting untuk ekologi dan ekonomi

Tangkapan layar saat Kepala Pusat Riset Perikanan KKP Yayan Hikmayani membuat webinar konsultasi penyususnan jejaring kawasan konservasi Laut Arafura dan Timor, dipantau dari Jakarta, Rabu (17/3/2021). ANTARA/Prisca Triferna.

Jakarta (ANTARA) - Daerah Laut Arafura dan Timor (Arafura and Timor Seas/ATS) memiliki peran penting dari segi ekologi dan ekonomi sehingga perlu usaha pelestarian dengan pembangunan berkelanjutan, kata Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Yayan Hikmayani.

"ATS memainkan peran ekologi dan ekonomi pada skala regional karena wilayah tersebut sangat kaya akan sumber daya laut biotik dan abiotik, ATS juga memiliki habitat laut dangkal dan dalam yang lengkap," kata Yayan dalam diskusi virrtual tentang rencana jejaring kawasan konservasi regional perairan Arafura dan Timor, dipantau dari Jakarta, Rabu.

Kawasan ATS, tegas Yayan, juga merupakan jalur migrasi penting bagi paus, lumba-lumba dan penyu laut.

Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki peran penting dalam sosial ekonomi karena menjadi lokasi penangkapan ikan, destinasi wisata bahari dan lokasi adat bagi masyarakat sekitar.

Menurut dia, dalam studi terbaru memperkirakan nilai ekonomi sumber daya pesisir di perairan Arafura dan Timor mencapai sekitar 7,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp105 triliun.

"Namun, berkali-kali disampaikan tekanan antropogenik sangat mengancam sumber daya laut di kawasan ATS ini karena mulai dari pengambilan hasil laut yang tidak ramah lingkungan atau tangkapan sampingan perikanan ke bukan target spesies yang jadi korban, penangkapan ikan ilegal dan perubahan iklim," kata Yayan.

Terkait hal itu, KKP menjadi salah satu motor penggerak Arafura and Timor Seas Regional and National Strategic Action Programs (ATSEA-2) yang merupakan bentuk kerja sama regional melibatkan Indonesia, Timor Leste, dan Papua Nugini serta didukung oleh Australia guna mengelola secara bersama sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar di perairan ATS.

Dalam webinar tersebut, Manajer Perencanaan Spasial Yayasan Konservasi Alam Nusantara Yusuf Fajariyanto menegaskan tujuan ATSEA adalah melindungi spesies laut, penerapan penangkapan ikan berkelanjutan, merestorasi habitat yang terdegradasi, adaptasi dampak perubahan iklim dan memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir daerah itu.

Karena itu penting perencanaan jejaring kawasan konservasi pesisir dirancang dengan baik dan dikelola secara efektif.

"Kawasan konservasi perairan sendiri merupakan suatu perangkat yang sangat baik untuk mencapai beberapa tujuan dari pengelolaan pesisir dan laut," tegas Yusuf.

 
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021