Gubenur Jatim minta kepala daerah percepat pencairan BLT desa

Gubenur Jatim minta kepala daerah percepat pencairan BLT desa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat sambutan di acara Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan dari Pelaksana Harian Bupati Syaifullah kepada Bupati Situbondo Karna Suswandi dan Wakil Bupati Khoirani periode 2021-2026 di Pendopo Kabupaten Situbondo. Selasa (2/3/2021). ANTARA/Novi H.

Situbondo (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepala daerah mempercepat pencairan bantuan langsung tunai desa (BLT desa) yang anggarannya bersumber dari Dana Desa sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Jika Dana Desa (DD) bisa dipercepat pencairannya, maka masyarakat bisa langsung memanfaatkan bantuan tersebut," ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya di acara Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan dari Pelaksana Harian Bupati Syaifullah kepada Bupati Situbondo Karna Suswandi dan Wakil Bupati Khoirani periode 2021-2026 di Pendopo Kabupaten Situbondo, Selasa.

Menurut dia, dengan mempercepat pencairan BLT desa, maka bisa memberikan efek berganda bagi peningkatan konsumsi rumah tangga.

"Itu artinya, akan ada pertumbuhan pada masing-masing daerah. Saya mohon dan titip, pastikan Dana Desa (DD) sudah bisa terealisasi dengan baik, agar BLT desa bisa segera dicairkan kepada masyarakat," ucapnya.

Gubernur berharap pada Bulan Maret 2021 ini Dana Desa sudah masuk ke rekening masing-masing desa sebesar 40 persen. Karena, lanjut dia, produk domestik regional bruto (PDRB) di Jatim 62 persen dari konsumsi rumah tangga.

Baca juga: Pemprov Jatim siap distribusikan BLT dana desa Rp2,32 triliun

Baca juga: Di lereng Gunung Lawu, Gubernur Jatim pantau padat karya dana desa

"Kami ingin kabupaten/kota di Jatim bisa meningkatkan daya beli masyarakat, yang menjadi pekerjaan rumah nasional," katanya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi mengatakan telah berencana mengumpulkan seluruh camat untuk membantu atau memberikan pendampingan terhadap 132 desa di daerahnya agar bisa segera menyelesaikan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

"Agar bisa segera dicairkan oleh masing-masing desa, maka APBDes harus segera diselesaikan. Karena jika DD dicairkan tanpa APBDes, akan menyulitkan nantinya," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, BLT desa yang bersumber dari Dana Desa sejak 2021 belum bisa disalurkan kepada penerima manfaat karena hampir semua desa di Situbondo belum memenuhi syarat pencarian DD.

Tercatat sebanyak 2.463 kepala keluarga penerima manfaat BLT desa di Situbondo. Bantuan yang bersumber dari Dana Desa itu disalurkan setiap bulan, masing-masing KK menerima Rp300 ribu dari pemerintah desa.

Baca juga: Gubernur Jatim minta BLT tak dibelikan baju Lebaran

Baca juga: Mendes PDTT dan Mensos tinjau penyaluran BST dan BLT Dana Desa
Pewarta : Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021