Indonesia catat kasus COVID-19 mingguan tertinggi sejak pandemi

Indonesia catat kasus COVID-19 mingguan tertinggi sejak pandemi

Tangkapan layar - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Selasa (19/1/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube BNPB/pri.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan Indonesia mencatatkan kenaikan kasus mingguan COVID-19 tertinggi sejak pandemi melanda Tanah Air pada Maret 2020.

"Per 17 Januari terjadi kenaikan kasus sebesar 27,5 persen dibanding minggu sebelumnya. Angka ini menunjukkan kenaikan paling tinggi selama pandemi di Indonesia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Selasa.

Kenaikan itu terjadi pada periode 10-17 Januari 2021.

"Pada umumnya kenaikan terjadi di angka 10-15 persen per minggunya dengan demikian angka ini mencatatkan tren kasus positif mingguan yang sudah meningkat selama 12 minggu berturut-turut," kata dia.

Dia mengatakan Indonesia pernah mencatat penambahan angka harian mencapai 14.224 kasus, yaitu Sabtu (16/1).

"Kenaikan kasus ini dikontribusikan oleh lima daerah dengan kenaikan tertinggi yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Selatan," ungkap Wiku.

Baca juga: Satgas ungkap adanya keterlambatan integrasi data COVID-19

Menurut data Satgas COVID-19, Provinsi Jawa Barat pada 12-17 Januari 2021 naik 4.929 kasus, yaitu dari 10.088 menjadi 15.017 kasus dibandingkan dengan pekan sebelumnya hanya naik 2.196 kasus sehingga kasus mingguan di daerah itu naik dua kali lipat.

Data kenaikan kasus provinsi lainnya, DKI Jakarta naik 4.364 (dari 16.879 menjadi 21.243 kasus), Jawa Tengah naik 3.986 (dari 7.203 menjadi 11.189 kasus), Bali naik 806 (dari 1.254 menjadi 2.060 kasus), dan Sulawesi Selatan naik 792 (dari 3.731 menjadi 4.523 kasus).

"Jika dilihat lebih jauh, lima provinsi yang berkontribusi terbesar dalam kenaikan kasus seluruhnya berasal dari Pulau Jawa dan Bali, kecuali Sulawesi Selatan. Kenaikan penambahan kasus harian yang sangat tinggi bahkan tertinggi semenjak kasus COVID-19 pertama masuk ke Indonesia," kata dia.

Jumlah kematian akibat COVID-19 bahkan meningkat hingga 37,4 persen.

"Ini adalah perkembangan yang menunjukkan ke arah yang buruk. Pada minggu yang sama terdapat rekor kasus meninggal harian tertinggi selama pandemi, yaitu 306 kematian dalam satu hari pada tanggal 13 Januari lalu," ungkap Wiku.

Baca juga: Satgas : Efektivitas vaksin membentuk kekebalan komunal butuh waktu

Terdapat lima provinsi yang mencatatkan kasus kematian tertinggi, yaitu Jawa Tengah naik 209 (dari 220 menjadi 429), DKI Jakarta naik 106 (dari 159 menjadi 253), Jawa Barat naik 87 (dari 41 menjadi 128), D.I. Yogyakarta naik 27 (dari 37 menjadi 64), dan Nusa Tenggara Timur naik 18 (dari delapan menjadi 26).

"Apabila dibandingkan dengan minggu lalu maka DKI Jakarta dan Jawa Barat kembali masuk ke dalam lima provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi. Ini menjadi peringatan yang tidak boleh diabaikan," kata dia.

Ia mengatakan angka kesembuhan mengalami kenaikan 8,2 persen.

"Namun kenaikan ini lebih kecil daripada minggu sebelumnya sebesar 9,5 persen. Bahkan, jika dibanding dengan kenaikan kasus positif yang mencapai 27,5 persen dan kasus meninggal yang mencapai 37,4 persen angka kenaikan kasus sembuh ini sangat tidak sepadan," kata dia.

Pada hari ini, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 10.365 orang sehingga total kasus mencapai 927.380 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 8.013 orang menjadi 753.948 dan pasien meninggal dunia bertambah 308 orang sehingga totalnya 26.590 orang telah meninggal.

Baca juga: Wiku sebut pemerintah pastikan stok alat pendukung vaksinasi cukup
Baca juga: Satgas: Kasus COVID-19 bertambah hingga 9.321 imbas libur panjang

 
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021