Ahli Epidemiologi Unhas: Berpikir positif bisa tangkal virus corona

Ahli Epidemiologi Unhas: Berpikir positif bisa tangkal virus corona

Ilustrasi - Personel Satpol PP Makassar tengah mengajak pengguna jalan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker di Jalan Penghibur Makassar. (ANTARA Foto/HO-Humas Pemkot Makassar)

Makassar (ANTARA) - Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof. Ridwan Amiruddin menjelaskan berpikir positif (positive thinking) bisa memperkuat imun tubuh untuk menangkal virus corona (COVID-19).

Ridwan mengatakan dengan berpikir positif  yang diwujudkan dengan menebar energi positif  memungkinkan seseorang lebih mampu bertahan dalam menjaga imunitas dan kondisi kesehatan  lebih baik.

Baca juga: Lima kabupaten di Sulsel beralih ke zona kuning

"Kita harus memberikan energi positif, itu akan memungkinkan kita lebih survive. Menjaga energi positif itu dengan tindakan yang sederhana, seperti menebar senyum dan ikhlas bekerja," urai Prof Ridwan yang juga  Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) di Makassar, Rabu.

Saat ini, jelas Prof Ridwan, Indonesia telah masuk dalam zona perang melawan COVID-19 yang berarti siapa saja harus ikut melawan, bukan hanya pemerintah namun setiap orang harus mengambil peran dalam menghentikan penyebaran virus ini.

Baca juga: 5.868 penerima BST di wilayah terpencil Sulsel jadi target PT Pos

"Maka memang mari memperbanyak energi positif, jangan lupa bahagia dan salah satu penunjangnya kita mesti tetap berpikir positif," ujarnya.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Sulsel, tingkat kedisiplinan menggunakan masker mulai menurun yang disebabkan pandemi itu berjalan terlalu lama.

Baca juga: PKK Sulsel berdayakan perempuan dan anak di masa pandemi

Satgas Sulsel bersama Pemprov Sulsel dan seluruh pihak terkait telah melakukan rapat konsolidasi untuk mengungkapkan kondisi terkini COVID-19 Sulsel beserta langkah-langkah penanganannya.

Prof Ridwan yang juga Ketua Tim Konsultan Penanganan COVID-19 Sulsel menyebut posisi kasus aktif berada di 3500 kasus dengan angka kesembuhan mencapai 87 persen.

Sementara angka kematian jauh lebih rendah yakni 1,8 persen, menggambarkan bahwa kualitas layanan rumah sakit dan duta COVID-19 memberikan layanan terbaik kepada pasien COVID-19 Sulsel.

"Memang saat ini kasus corona mengalami peningkatan di hampir semua wilayah. 72 persen daerah secara nasional masuk di zona orange. Begitu pun di Sulsel, hanya ada tiga kabupaten di zona kuning," ujarnya.

Akibat peningkatan kasus Sulsel, tempat tidur di berbagai rumah sakit rujukan telah hampir penuh dengan persen tase 87 persen, dan tersisa 13 persen kosong.

Maka, melalui konsolidasi tersebut, rumah sakit diminta untuk meningkatkan kapasitasnya, memperluas cakupan Duta COVID-19 ke daerah dan beberapa telah dibuka, seperti di Kabupaten Wajo, Kota Palopo dan dipersiapkan di Kabupaten Bantaeng.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021