Regeneron klaim terapi antibodinya menjanjikan pada pasien COVID RS

Regeneron klaim terapi antibodinya menjanjikan pada pasien COVID RS

Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Kamala Harris menerima dosis vaksin Moderna COVID-19 di United Medical Center di Washington, Amerika Serikat, Selasa (29/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/rwa/cfo.

New York (ANTARA) - Regeneron Pharmaceuticals Inc pada Selasa mengatakan data awal dari riset koktail antibodi eksperimental yang sedang berlangsung pada sejumlah pasien COVID-19 rumah sakit menunjukkan bahwa terapi tersebut cukup efektif untuk menjamin kelanjutan pengujian.

Perusahaan sedang menguji terapi tersebut, yakni perpaduan dua antibodi casirivimab dan imdevimab, pada pasien rumah sakit yang memerlukan oksigen aliran rendah.

Menurutnya, pada September koktail mengurangi jumlah virus sekaligus menyembuhkan gejala pada pasien COVID-19 bukan rawat inap.

Baca juga: Amerika Serikat izinkan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer

Partisipan riset mencakup mereka yang menghasilkan respons imun yang efektif sendiri (seropositif) dan mereka yang respons imunnya belum memadai (seronegatif).

Pasien seronegatif yang diobati dengan koktail antibodi memiliki risiko kematian lebih rendah atau membutuhkan ventilasi mekanis, lanjutnya.

Berdasarkan hasil ini, perusahaan mengatakan bahwa riset tahap akhir pada pasien rumah sakit yang sedang berlangsung akan dilanjutkan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bulan lalu mengeluarkan izin penggunaan darurat terapi antibodi untuk digunakan pada pasien COVID-19 bergejala sedang yang saat ini tidak dirawat di rumah sakit.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS sahkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 Moderna
Baca juga: Trump akan terima vaksin COVID usai tim medisnya tentukan yang terbaik
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020