Kasus COVID-19 di Mukomuko bertambah 28 orang

Kasus COVID-19 di Mukomuko bertambah 28 orang

Ilustrasi - Bupati Mukomuko Choirul Huda memantau petugas medis yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Posko Siaga COVID-19 di perbatasan daerah ini dengan Provinsi Sumbar. ANTARA/Handout/aa

Mukomuko (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Senin, mencatat jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di kabupaten itu bertambah sebanyak 28 orang sehingga totalnya menjadi sebanyak 341 orang.

“Hari ini keluar lagi hasil tes usap terhadap warga setempat, sebanyak 28 orang yang positif COVID-19,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo dalam keterangannya di Mukomuko, Senin.

Bustam Bustomo yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mengatakan hal itu saat menyampaikan narasi perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Mukomuko, Senin.

Sebanyak 28 kasus COVID-19 tersebar di sejumlah wilayah daerah ini, yang paling banyak di Kecamatan Teramang Jaya sebanyak 12 orang, yakni sembilan orang karyawan dan keluarga PT Agro Muko Bunga Tanjung Estate (BTE) perusahaan perkebunan kelapa sawit, dua tenaga kesehatan dan satu warga.

Baca juga: Mukomuko kerja cepat putuskan penularan COVID-19

Kemudian tiga orang dari Kecamatan Kota Mukomuko, tiga kasus dari Kecamatan Teras Terunjam, dua kasus dari Kecamatan Air Dikit, satu kasus dari Kecamatan Air Rami, satu kasus dari Kecamatan Ipuh, satu kasus dari Kecamatan Penarik dan enam kasus merupakan pasien RSUD Mukomuko.

“Kalau enam pasien COVID-19 di daerah ini merupakan pasien RSUD Mukomuko. Kami belum dapat informasi terkait jenis kelamin, umur, gejalanya, alamat dan tempat isolasinya,” ujarnya.

Sedangkan riwayat kontak sebanyak 22 dari 28 orang pasien COVID-19 di daerah ini pernah kontak erat dengan kasus COVID-19 sebelumnya, atau dengan orang terdekat dengan pasien COVID-19 ini.

Baca juga: Enam karyawan perusahaan sawit di Mukomuko positif COVID-19

Ia menyebutkan, sebanyak sebanyak 15 dari 22 orang pasien COVID-19 ini tanpa gejala dan tujuh pasien COVID-19 mengalami gejala demam, batuk, pilek, sakit kepala dan penciuman berkurang.

Selanjutnya, katanya, sebanyak 22 dari 28 pasien COVID-19 di daerah ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing guna mencegah penyebaran COVID-19 di daerah ini.

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko saat ini setiap dua hari sekali mendapatkan hasil tes usap warga yang kontak erat dengan pasien COVID-19 dan yang suspek terjangkit virus corona.

Baca juga: Mukomuko kerja sama dengan Unand untuk tes usap hasil cepat
Baca juga: Satu puskesmas di Mukomuko tutup karena COVID-19
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020