Pekerja ilegal yang ingin pulang daftar online ke Imigrasi Malaysia

Pekerja ilegal yang ingin pulang daftar online ke Imigrasi Malaysia

Duta Besar RI di Kuala Lumpur Hermono berbincang-bincang dengan General Manager PT Garuda Indonesia Kuala Lumpur Fredrik Kasiepo (kesatu dari kiri) dan Branch Manager PT Citilink Indonesia di Kuala Lumpur Moch Dikdik Mulyana (kedua dari kiri) di KBRI Kuala Lumpur, Selasa (17/11/2020). Pertemuan yang difasilitasi Atase Perekonomian tersebut dalam rangka Silaturahmi Pimpinan BUMN dengan Dubes di KBRI Kuala Lumpur. ANTARA Foto/Agus Setiawan.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Duta Besar RI di Kuala Lumpur Hermono mengatakan para pekerja ilegal atau pekerja asing tanpa identitas (PATI) yang ingin kembali ke tanah air bisa mendaftarkan secara daring ke Departemen Imigrasi Malaysia.

"Untuk PATI yang ingin pulang ketentuannya adalah mereka langsung daftar ke sistem temu janji daring (STO). Tidak boleh orang lain. Jadi PATI-nya sendiri yang harus mendaftar sendiri secara daring," ujar Hermono di Kuala Lumpur, Kamis, terkait Program Rekalibrasi PATI.

Setelah mendaftar secara daring, ujar dia, pihak Imigrasi akan memberikan nomor antrean.

"Setelah PATI mendapatkan nomor antrean langsung pergi ke Kantor Imigrasi dengan membawa sejumlah dokumen seperti tiket pesawat atau kapal untuk pulang yang berlaku untuk 14 hari, harus membawa hasil tes usap atau tes PCR  setelah itu akan dicek. Kalau tidak punya catatan kriminal bisa pulang dengan membayar dendar RM500 (Rp1,7 juta)," katanya.

Baca juga: 2.500 pekerja migran ilegal sudah dipulangkan dari Malaysia
Baca juga: Imigrasi Malaysia akan operasi masif pekerja ilegal


Kemudian, ujar dia, PATI harus mempunyai paspor yang masih berlaku atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

"Yang penting lagi tidak boleh membayar secara tunai  bisa menggunakan kartu debit, kartu kredit, uang elektronik atau bisa membayar lewat bank," katanya.

Sedangkan program untuk PATI yang ingin bekerja kembali semua yang mengurus majikan dan harus mendaftar secara daring juga.

Sebelumnya Pemerintah Malaysia mengatakan Program Rekalibrasi Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) mulai 16 November hingga 30 Juni 2021 untuk memulihkan kembali sektor ekonomi yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

"Pemerintah pada 21 Oktober lalu setuju dengan usulan Rencana Rekalibrasi PATI yang meliputi dua komponen utama yaitu Program Rekalibrasi Pulang dan Program Rekalibrasi Tenaga Kerja," ujar Menteri Dalam Negeri Malaysia Hamzah Zainudin.

Dia mengatakan Program Rekalibrasi Pulang membuka peluang bagi para pekerja ilegal untuk pulang ke negara asal mereka secara sukarela sesuai syarat-syarat yang ditetapkan.

Sedangkan Program Rekalibrasi Tenaga Kerja, ujar dia, memperbolehkan pekerja asing yang ada di Malaysia dipekerjakan secara sah oleh majikan.

Baca juga: Malaysia laksanakan rekalibrasi imigran ilegal
Baca juga: LSM Malaysia nilai ide legalisasi pekerja ilegal mengkhawatirkan
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020