Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Budi Rahayu Toyib. ANTARA/Ahmad Fikri.

Cianjur (ANTARA) - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat menyatakan kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Cianjur untuk dokter spesialis dan penyandang disabilitas masih kosong setelah menerima hasil seleksi CPNS yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Untuk kuota lainnya sudah terpenuhi, hanya kuota untuk dokter spesialis dan penyandang disabilitas tidak ada pendaftar. Kemungkinan, kuota tersebut tidak akan terisi karena sebagian besar dokter spesialis memilih melamar di daerah lain atau kota besar," kata Kepala BKPPD Cianjur, Budi Rahayu Toyib saat dihubungi Jumat, di Cianjur.

Ia menjelaskan untuk kuota CPNS tahun 2020 ini, pihaknya menyediakan kuota sebanyak 159 orang yang akan ditempatkan di 17 organisasi perangkat daerah (OPD) dan empat orang di antaranya untuk dokter spesialis dan tiga orang penyandang disabilitas.

Ia menjelaskan, untuk penerimaan CPNS tahun ini, pihaknya mencatat ada 3.392 orang pelamar, namun hanya 159 orang yang diterima sesuai dengan kuota yang tersedia. Sedangkan untuk dokter spesialis sejak dibuka lowongan tidak ada seorang pun yang melamar.

Untuk pelamar disabilitas sempat ada satu orang yang melamar, namun tidak lolos di tahapan tes, sehingga tiga kursi yang disediakan tidak terisi pada seleksi tahun ini. Sedangkan pengumuman resmi penerimaan pendaftar CPNS, yang baru diterima hari ini.

"Selanjutnya mereka yang diterima akan menjalani proses verifikasi dan datanya akan diserahkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, untuk ditandatangani. Mereka yang sudah lolos PNS, diminta untuk mendaftarkan diri awal bulan Desember," katanya.

Ia menambahkan terkait kekosongan dokter spesialis dan penyandang disabilitas, pihaknya akan menunggu pada tahapan CPNS selanjutnya dengan harapan kedua posisi tersebut dapat terisi, sehingga kekurangan dokter spesialis dan penyandang disabilitas dapat terpenuhi tahun depan.

"Kalau tahun depan seleksi kembali dibuka untuk CPNS, kami berharap berbagai kekurangan tenaga di sejumlah OPD dapat terpenuhi," demikian Budi Rahayu Toyib .

Baca juga: BKPPD imbau peserta CPNS tidak terbujuk oknum

Baca juga: Guru honorer Cianjur protes aturan perekrutan CPNS

Baca juga: Formasi Dokter Spesialis di Surabaya Sepi Peminat

Baca juga: Cianjur tidak dapat formasi CPNS
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020