Tingkat kesembuhan COVID-19 di Hulu Sungai Selatan 89,28 persen

Tingkat kesembuhan COVID-19 di Hulu Sungai Selatan 89,28 persen

Bupati HSS H Achmad Fikry (Fathurrahman/Protokol Kehumasan Setda HSS/Antarakalsel)

Hulu Sungai Selatan (ANTARA) - Tingkat kesembuhan pasien positif terpapar COVID-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mencapai 89,28 persen.

"Hal inilah yang terus menjadi perhatian kami agar ke depan angka kematian dapat terus ditekan," kata Bupati Hulu Sungai Selatan, H Achmad Fikry, Selasa.

Dia mengatakan, perkembangan COVID-19 di Hulu Sungai Selatan, jumlah pasien yang masih dirawat sebanyak 17 orang, yang telah sembuh 408 orang dan yang meninggal 32 orang.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Indonesia bertambah 3.520 jadi 396.454 kasus

Bupati menjelaskan, per 18 Oktober Hulu Sungai Selatan sudah memasuki zona kuning bersama Tabalong. Apapun warnanya yang penting diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan menjadi sangat baik lagi.

Pihaknya mengingatkan agar masyarakat jangan merasa aman dalam kondisi seperti ini, tetap harus menggunakan protokol kesehatan sepanjang belum ada vaksin atau obat COVID-19.

Ada tiga titik penekanan pemerintah terhadap COVID-19, yaitu harus memperkuat kesehatan dalam arti luas baik tenaga kesehatan, peralatan, alat pelindung diri (APD) dan lain-lain.

"Yang kedua ekonomi kita tetap berjalan. Yang ketiga, sosial. Dan itu sudah berjalan di Kabupaten HSS. Banyak inovasi lain yang telah kita lakukan untuk mencegah COVID-19, termasuk Kampung Tangguh Banua," katanya.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Batam bertambah 41 dan sembuh 22 orang

Menurut dia, konsep Kampung Tangguh Banua adalah ingin memperkuat masyarakat menghadapi COVID-19, dan untuk mendisiplinkan masyarakat harus ada payung untuk melakukan pembinaan sehingga ada Peraturan Bupati.

"Sesuai arahan Kemendagri kita keluarkan Perbub Nomor 44 tahun 2020, dan sekarang sedang disiapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Ini payung yang disiapkan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat," kata dia..

Mematuhi protokol kesehatan merupakan keharusan karena satu-satunya untuk pencegahan penyebaran COVID-19, termasuk juga terus melakukan edukasi ke masyarakat, terakhir dengan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menghadapi bulan Maulid ini.

"Agar masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan keagamaan mereka wajib untuk berkonsultasi pada satgas kecamatan dan satgas desa untuk diarahkan. Arahannya adalah agar kegiatan itu tetap mematuhi protokol kesehatan, dan apabila massanya banyak gunakan dengan media virtual," paparnya.***3***

Baca juga: Satgas COVID-19 Sumsel imbau tidak bawa nenek saat libur cuti
Baca juga: 20.936 pasien COVID-19 di Wisma Atlet sembuh
Pewarta : Imam Hanafi/faturrahman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020