Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Bangka bertambah 8 orang

Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Bangka bertambah 8 orang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra (babel.antaranews.com/kasmono)

Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat tambahan delapan orang warga daerah itu terkonfirmasi positif COVID-19 dari berbagai klaster.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Rabu, mengatakan delapan orang warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji usap dengan metode  reaksi berantai polimerase (PCR) oleh tim kesehatan.

Baca juga: Satu ASN lembaga penyiaran publik dinyatakan sembuh

Kedelapan warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona tersebut masing-masing, Nr (27) dan Jr (45), Ss (45) warga pendatang dari Provinsi Sumatera Selatan, Sf (5), Sh ((37), Ak (7) dan Ja (7) serta inisial Eg (39) yang merupakan ASN di Rumah Sakit Provinsi Bangka Belitung.

"Tambahan kasus tersebut meningkat dibanding pada Selasa (29/9) yang berjumlah dua orang yakni Fp (35) dan R (50)," jelasnya.

Baca juga: Polisi Mentok Babel perketat pemeriksaan calon penumpang kapal feri

Dengan bertambahnya delapan orang terjangkit COVID-19, total akumulasi warga Kabupaten Bangka yang positif COVID-19 mencapai 93 orang dengan 81 orang dinyatakan sembuh.

"Semua pasien yang positif COVID-19, saat ini menjalani perawatan kesehatan baik di balai diklat provinsi di Kota Pangkalpinang maupun menjalani perawatan di RSU Depati Bahrin Sungailiat," kata Boy Yandra.

Baca juga: Tim tangkap truk berpenumpang ilegal di Pelabuhan Tanjungkalian Bangka

Pihaknya terus memasifkan dan mengingatkan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat, agar mereka lebih disiplin mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari.

"Disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19, jalan satu-satunya mencegah sekaligus memutus penyebaran virus corona karena sampai sekarang belum ditemukan obatnya," ujarnya.

Baca juga: Gugus Tugas perketat pengawasan penumpang Pelabuhan Tanjungkalian
Pewarta : Kasmono
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020