Presiden Majelis Umum PBB: perangi virus dengan multilateralisme

Presiden Majelis Umum PBB: perangi virus dengan multilateralisme

Bendera PBB (REUTERS/Denis Balibouse)

Washington (ANTARA) - Diplomat Turki yang memimpin Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) tahun ini mengatakan bahwa komunitas internasional harus berkomitmen pada multilateralisme dalam menghadapi ancaman "yang akan segera terjadi dan umum" akibat virus corona baru.

Duta Besar Volkan Bozkir mengatakan pada pertemuan ke-75 Sidang Umum PBB bahwa pandemi telah mempengaruhi kemampuan para pemimpin dunia untuk menghadiri sesi tersebut secara langsung, serta menghancurkan ekonomi dan berdampak pada mereka yang rentan.

"Hari ini, kita harus mengesampingkan perbedaan dan ketidaksepakatan kita. Hari ini, kita harus memperbarui komitmen kolektif kita terhadap multilateralisme. Hari ini, kita harus menggabungkan upaya kita untuk mengatasi masalah global ini, dan kita harus memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal," kata Bozkir, Selasa.

Baca juga: WHO peringatkan penularan corona pada musim dingin
Baca juga: Pasokan kesehatan COVID-19 WHO tiba di Libya


Bozkir memperingatkan bahwa xenofobia dan rasisme sedang meningkat, dan kekerasan terhadap anggota kelompok agama dan tempat ibadah telah meningkat.

“Kami, warga Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat mencapai ini,” kata dia.

Dia juga mendesak penguatan upaya badan-badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk memerangi pandemi.

"Kita harus siap, untuk melakukan pembicaraan yang alot dan jujur, tentang di mana sistem multilateral gagal, atau di mana ia tidak cukup cepat beradaptasi, dengan tantangan yang terus berkembang yang kita hadapi," ujar Bozkir.

"Dan kami perlu bertindak untuk melaksanakan reformasi yang diperlukan, untuk memastikan bahwa PBB sesuai dengan tujuan, dan dapat memberikan masa depan yang kita inginkan," ia menambahkan.

Virus ini telah merenggut hampir 966.000 nyawa di 188 negara dan wilayah sejak muncul di Wuhan, China, Desember lalu.

Lebih dari 31,3 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia dengan pemulihan melebihi 21,5 juta, menurut Universitas Johns Hopkins.

Bozkir berargumen bahwa dunia sedang menyaksikan peningkatan tingkat ketidakpercayaan dan persaingan antara negara-negara besar dan dia mengatakan institusi internasional berhasil ketika mereka berhasil menengahi ketegangan tersebut.

"Adalah untuk kepentingan dunia, ekonomi kita, dan rakyat kita bahwa ketegangan ini dikelola dan tidak lepas kendali. Forum yang disediakan oleh PBB sangat penting untuk memperkuat kerja sama dan konsensus," tambahnya.

Presiden Sidang Umum PBB itu berjanji untuk menggunakan kantornya guna menyoroti pentingnya pengiriman bantuan kemanusiaan yang tidak memihak dan tidak terhalang, dan akan menghormati hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dalam konflik, dan krisis.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Sekjen PBB nyatakan dukungan bagi WHO di tengah pandemi COVID-19
Baca juga: PBB gelar dialog tingkat kawasan untuk bangun kerjasama antar-agama
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020