Emas naik ditopang pelemahan dolar, harapan kebijakan "dovish" Fed

Emas naik ditopang pelemahan dolar, harapan kebijakan

Dokumentasi - Seorang karyawan menempatkan emas batangan. ANTARA/REUTERS/Mariya Gordeyeva/am.

Chicago (ANTARA) - Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) didukung pelemahan dolar AS, sementara ekspektasi seputar Federal Reserve AS mempertahankan kebijakan moneter dovish-nya minggu ini semakin meningkatkan
daya pikat logam safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terangkat 15,8 dolar AS atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 1.963,70 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (11/9), emas berjangka jatuh 16,4 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.947,90 dolar AS.

Emas berjangka naik 9,4 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 1.964,30 dolar AS pada Kamis (10/9), setelah menguat 11,7 dolar AS atau 0,6 persen menjadi 1.954,9 dolar AS pada Rabu (9/9), dan naik 8,9 dolar AS atau 0,46 persen menjadi 1.943,2 dolar AS pada Selasa (8/9).

"Emas naik karena dolar berada sedikit di bawah tekanan. Kami juga melihat Steven Mnuchin (Menkeu) menunjukkan bahwa mereka menginginkan semacam kesepakatan stimulus fiskal dilakukan, sehingga akan semakin melemahkan dolar," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Dolar turun 0,3 persen terhadap mata uang utama saingannya, meningkatkan daya tarik emas bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Menteri Keuangan AS Mnuchin mengatakan masih mungkin ada kesepakatan dengan Kongres AS untuk lebih banyak bantuan federal terkait virus corona.

Logam emas telah naik sekitar 29 persen tahun ini didorong oleh stimulus besar-besaran dari bank-bank sentral global untuk memerangi dampak pandemi virus corona.

Para investor sekarang mengamati keputusan kebijakan Fed yang akan dirilis pada Rabu (16/9).

"The Fed diperkirakan akan mempertahankan tingkat target inflasi, kami akan menjalankan 2,0 persen, untuk beberapa waktu dan mereka akan meningkatkan Pelonggaran Kuantitatif (QE), jadi emas akan tetap mendapat dukungan," kata Streible.

Pelaku pasar juga menunggu keputusan kebijakan bank sentral Jepang (Bank of Japan) dan bank sentral Inggris (Bank of England) yang dijadwalkan pada Kamis (17/9).

Sementara itu, Uni Eropa meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Boris Johnson untuk mundur dari pelanggaran perjanjian perceraian Brexit.

Emas akan terus bergerak lebih tinggi karena ketidakpastian politik di Amerika Serikat, Brexit, dan kondisi ekonomi yang lemah secara keseluruhan di dunia, kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 49,8 sen atau 1,85 persen menjadi ditutup pada 27,355 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 19,1 dolar AS atau 2,03 persen menjadi ditutup pada 958,7 dolar AS per ounce.

 
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020