Gubernur Kalteng kerahkan helikopter salurkan bantuan ke korban banjir

Gubernur Kalteng kerahkan helikopter salurkan bantuan ke korban banjir

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menunjukkan paket sembako yang siap disalurkan kepada masyarakat korban banjir, di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Senin (14/9/2020). ANTARA/Jaya W Manurung

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyatakan telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial provinsi, bergerak cepat membantu pemerintah kabupaten menanggulangi banjir sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang wilayahnya kebanjiran.

Bagi desa yang tidak sulit ditempuh melalui darat maupun sungai, bisa menggunakan helikopter untuk menyalurkannya bantuan sembako dan lainnya yang telah disediakan pemerintah provinsi, kata Sugianto di Palangka Raya, Selasa.

"Ada empat helikopter yang sekarang ini standby di Palangka Raya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tapi, karena belum digunakan untuk menanggulangi karhutla, helikopter  dimanfaatkan saja untuk menyalurkan bantuan agar lebih cepat sampai kepada masyarakat," tambahnya.

Informasinya ada sebanyak 17.515 jiwa dari 6.455 Kepala Keluarga yang terdampak banjir di empat kabupaten, yakni Lamandau, Seruyan, Katingan dan Kotawaringin Timur. Melihat kondisi tersebut, pemerintah provinsi pun menyediakan 20 ribu paket sembako yang terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng, mie instan, sarden serta lainnya.

Pemprov Kalteng telah menyediakan sebanyak 20 ribu paket sembako yang terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng, mie instan, sarden serta lainnya. Selain itu, disediakan juga dapur umum dan tenda-tenda yang nantinya dipergunakan untuk membantu masyarakat terdampak banjir.

Baca juga: Lima kecamatan di Lamandau Kalteng dilanda banjir

Baca juga: Barito Utara Kalteng kembali terendam banjir luapan sungai Barito

Sugianto mengatakan, selain bantuan sembako tersebut, BPBD bersama Dinsos dan Dinas Kesehatan Provinsi serta RSUD Doris Sylvanus bergerak cepat menyediakan dapur umum, tenda tempat singgah sementara masyarakat, serta posko kesehatan.

"Udai kejadian banjir, biasanya masyarakat rawan terkena penyakit muntaber, gatal-gatal dan lainnya. Jadi, perlu ada posko kesehatan yang bertugas mengecek kesehatan masyarakat pasca banjir. Dengan begitu, tidak ada masyarakat yang terkena penyakit pasca banjir," ucapnya.

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa Kalteng sedang menghadapi tiga bencana, yakni pandemi virus corona atau COVID-19, karhutla, dan banjir. Untuk itu, diperlukan gerak cepat dan komunikasi serta koordinasi yang optimal dari pemerintah kabupaten-kota.

Dia mengatakan pemerintah kabupaten harus segera menyampaikan informasi di mana saja yang perlu mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah provinsi. Dan, sekarang ini pun pemprov telah mempersiapkan tim untuk bergerak cepat membantu menanggulangi bencana di kabupaten/kota se-Kalteng.

"Tapi, sekalipun belum ada informasi atau permintaan bantuan dari pemerintah kabupaten terkait bencana banjir ini, kami dari pemerintah provinsi tetap bergerak memberikan bantuan. Bagaimanapun masyarakat di kabupaten/kota, juga masyarakat saya yang telah dipercaya menjadi Gubernur Kalteng," demikian Sugianto.

Baca juga: Banjir bandang di pedalaman Gunung Mas Kalteng telan korban jiwa

Baca juga: Barito Utara-Kalteng masih dilanda banjir di tengah pandemi COVID-19

 
Pewarta : Kasriadi/Jaya W Manurung
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020