Wall Street dibuka merosot, data penjualan ritel AS di bawah harapan

Wall Street dibuka merosot, data penjualan ritel AS di bawah harapan

Ilustrasi: Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (5/2/2018). REUTERS/Brendan McDermid (Reuters)

New York (ANTARA) - Rata-rata indeks utama di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada pembukaan perdagangan hari Jumat pagi waktu setempat, setelah data menunjukkan penjualan ritel AS pada bulan Juli naik di bawah harapan.

Tak lama setelah bel pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 100,45 poin atau 0,36 persen menjadi 27.796,27.

Indeks S&P 500 tergelincir 8,08 poin, atau 0,24 persen menjadi 3.365,35 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 4,42 poin atau 0,04 persen menjadi 11.038,08.

Sepuluh dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 merosot dalam perdagangan pagi, dengan sektor keuangan dan utilitas turun lebih dari 0,4 persen, memimpin pelemahan. Sementara sektor real estate naik 0,1 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Jumat, penjualan ritel AS naik 1,2 persen bulan lalu setelah naik 8,4 persen pada Juni. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 2 persen.

Kebangkitan penjualan ritel AS yang melambat pada Juli jauh dari yang diharapkan, menunjukkan peningkatan infeksi COVID-19 baru yang mengancam pemulihan ekonomi, kata para ahli.

Wall Street bergulat dengan nasib yang tidak pasti dari stimulus Virus Corona lebih lanjut di Amerika Serikat ketika anggota parlemen negara terus memperdebatkan paket tersebut.

Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins, Jumat pagi waktu setempat, kasus COVID-19 mencapai lebih dari 5,25 juta di Amerika Serikat dengan kematian mencapai 167.000.

Baca juga: Wall Street beragam, setelah klaim pengangguran turun di bawah 1 juta
Baca juga: Wall Street dibuka beragam setelah rilis baru data pengangguran di AS
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020