AS catat lebih dari 1.000 kematian COVID-19 tiga hari berturut-turut

AS catat lebih dari 1.000 kematian COVID-19 tiga hari berturut-turut

Maria Velez dari Orlando, Florida, memeluk nisan putranya Stephen di Ohio Western Reserve National Cemetery pada Memorial Day, di tengah wabah virus corona (COVID-19), di Seville, Ohio, Amerika Serikat, Senin (25/5/2020). (ANTARA/REUTERS/Aaron Josefczyk/TM/aa.)

New York (ANTARA) -
Amerika Serikat mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat COVID-19 selama tiga hari berturut-turut, menurut penghitungan Reuters.

Pandemi COVID-19 telah membuat rumah sakit di California, Florida, dan Texas kewalahan.

Meningkatnya angka kematian di AS belum terjadi berhari-hari dengan lebih dari 1.000 orang meninggal sejak awal Juni.

Banyak negara bagian dan pemerintah daerah pada Mei mencabut pembatasan dan membuka kembali pantai, restoran, dan bisnis, memicu lonjakan kasus pada Juni dan peningkatan kematian akibat COVID-19 pada Juli.

Sejauh ini pada Juli, 17 negara bagian telah memecahkan rekor satu hari untuk peningkatan kematian COVID-19, menurut penghitungan Reuters.

Dengan tidak semua negara melaporkan, kematian meningkat setidaknya 1.014 menjadi total 144.211 pada hari Kamis dibandingkan dengan kenaikan 1.135 pada hari Rabu dan melompat dari 1.141 pada hari Selasa.

Total kasus di seluruh Amerika Serikat melampaui 4 juta dan naik setidaknya 60.000 pada hari Kamis.

Meskipun kematian meningkat di Amerika Serikat selama pekan kedua berturut-turut, jumlah kematian tetap jauh di bawah level yang terlihat pada bulan April, ketika rata-rata 2.000 orang per hari meninggal karena virus.

Di antara 20 negara dengan wabah terbesar, Amerika Serikat berada di peringkat keenam tertinggi di dunia untuk kematian akibat COVID-19, menurut analisis Reuters.

Baca juga: Corona AS per 22 Juli : 3.952.273 kasus dan 142.755 kematian

Baca juga: AS tanda tangani kontrak dengan Pfizer untuk 100 juta dosis vaksin
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020