Seorang TKA positif COVID-19 meninggal di Batam

Seorang TKA positif COVID-19 meninggal di Batam

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi. (ANTARA/HO-Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam menyatakan seorang tenaga kerja asing yang meninggal di daerah itu pada Minggu (31/5), dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil uji usap yang hasilnya diketahui Kamis.

"Seorang lelaki usia 43 tahun TKA perusahaan di kawasan Industri Cammo Batam Centre merupakan kasus baru COVID-19 nomor 154 Kota Batam," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi, Kamis.

Yang bersangkutan merupakan warga negara Malaysia.

Rudi menyatakan pasien itu meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (31/5), sekitar pukul 07.15 WIB usai telepon video dengan istrinya di Singapura.

Baca juga: Warga pulau penyangga di Batam terpapar Virus Corona

Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Puskesmas Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota yang mendapat laporan itu, kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara dan dilakukan tes usap.

"Menurut keterangan dari rekannya, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi," kata pria yang juga Wali Kota Batam dalam keterangan tertulis.

Saat ini, jenazah masih ditempatkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Batam menunggu konfirmasi pihak keluarga dan kedutaan negara yang bersangkutan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan pihaknya telah melakukan uji swab terhadap tujuh orang yang tinggal serumah dengan pasien meninggal tersebut dan masih menunggu hasilnya.

"Besok bergerak ke PT-nya," kata dia.

Hingga Kamis, tercatat 154 warga positif COVID-19 di Batam, 48 di antaranya sembuh, 12 meninggal, dan lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah dan swasta di daerah itu.

Baca juga: Delapan tambahan klaster HOG tambah positif COVID-19 Batam jadi 128
Baca juga: Lagi, bayi meninggal karena COVID-19 di Batam
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020