Menhan Israel sebut Iran mulai menarik pasukan dari Suriah

Menhan Israel sebut Iran mulai menarik pasukan dari Suriah

Gambar yang diambil dari sebuah video yang didapatkan Reuters dan diambil pada Senin (2/3/2020), memperlihatkan tentara Suriah menuju ke kota Kfar Nabl, Suriah. ANTARA/Reuters TV via REUTERS/am.

Yerusalem (ANTARA) - Iran mulai menarik pasukannya dari Suriah, demikian Menteri Pertahanan Israel yang segera melepas jabatan, Naftali Bennett pada Senin tanpa memberikan bukti apa pun yang mendukung pernyataannya.

Bennett juga mendesak penggantinya, Benny Gantz, agar mempertahankan tekanan terhadap Iran, seraya menambahkan bahwa kecenderungannya bisa berkebalikannya.

Iran, musuh bebuyutan Israel di Timur Tengah, menjadi pendukung utama, bersama dengan Rusia, Presiden Bashar al-Assad selama perang saudara Suriah, dengan mengirim penasihat militer serta peralatan dan milisi Syiah regional.

Israel, yang memantau tetangganya Suriah secara intensif, meluncurkan ratusan serangan udara di Suriah dan menargetkan  gerakan bersenjata dan pasukan yang diduga  dilakukan oleh Iran dan gerilyawan Hizbullah Lebanon yang didukungnya.

Baca juga: Serangan udara Israel hantam posisi Jihad Islam di Suriah, Gaza
Baca juga: Suriah cegat rudal Israel di atas pedalaman Quneitra


"Iran secara signifikan mengurangi ruang lingkup pasukan mereka di Suriah dan bahkan mengosongkan  sejumlah pangkalan," kata Bennett dalam pidatonya.

"Kendati Iran telah memulai proses penarikan pasukan dari Suriah, kami perlu merampungkan penarikan itu. Pekerjaan ini bisa dicapai."

Reuters tak segera memperoleh reaksi resmi Suriah atau Iran mengenai pernyataan Bennett.

Para pejabat Israel pernah mengisyaratkan pada masa lalu  bahwa operasi militer Israel menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Iran, yang secara ekonomi berjuang di bawah beban sanksi AS dan juga terpukul oleh pandemi virus corona, kerap mengatakan bahwa kehadiran militernya di Suriah atas undangan pemerintah Assad dan bahwa militer akan tetap di Suriah selama bantuannya diperlukan.

Seorang ajudan senior menteri luar negeri Iran, Ali-Ashgar Khaji, pada Sabtu menegaskan bahwa Teheran akan terus bekerja sama dengan pemerintah Assad dan Rusia untuk memerangi terorisme sekaligus menemukan solusi politik untuk krisis Suriah, seperti dilaporkan Kantor Berita ISNA Iran.

Sumber: Reuters

Baca juga: Suriah bagian selatan jadi target serangan helikopter Israel
Baca juga: Pertahanan udara Suriah cegat serangan udara Israel di Palmyra
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020