ACT DIY gencarkan penyaluran wastafel portabel cegah COVID-19

ACT DIY gencarkan penyaluran wastafel portabel cegah COVID-19

Wastafel portabel bantuan ACT DIY dan Hiswana Migas DIY. (FOTO ANTARA/HO/ACT)

Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Hiswana Migas DIY menggencarkan penyaluran bantuan wastafel portabel di sejumlah pasar tradisional dan rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mencegah penularan COVID-19.

Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto di Yogyakarta, Jumat, mengatakan hingga saat ini, total sudah ada 16 wastafel portabel yang telah ditempatkan di pasar-pasar tradisional serta dua rumah sakit di Yogyakarta.

"Tujuan kami diadakannya wastafel portabel di pasar-pasar tradisional dan di rumah sakit ialah agar masyarakat lebih rajin cuci tangan, agar terhindar dari virus corona," kata Bagus.

Baca juga: ACT Aceh: warga bahagia terima paket pangan di tengah pandemi

Ia menyebutkan wastafel portabel terpasang di Pasar Bringharjo, Pasar Bantul, Pasar Ambarketawang, Pasar Sentul, Pasar Demangan, Pasar Kranggan, Pasar Patangpuluhan, Pasar Pujokusuman, Pasar Prawirotaman, Pasar Niten, Pasar Giwangan, dan Pasar Kotagede, serta dua Rumah Sakit yakni Rumah Sakit Bethesda dan RSUD Kota Yogyakarta.

Menurut dia, wastafel dengan tandon kapasitas 300 liter yang dilengkapi dua alat cuci tangan tersebut, secara berkala akan diperiksa dan diisi ulang setiap dua hari sekali oleh para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Saat serah terima wastafel portabel di Pasar Bantul, Ketua Hiswana Migas DIY, Aryanto Sukoco mengatakan bahwa pemasangan wastafel portabel merupakan salah satu upaya Hiswana Migas DIY bersama ACT berkontribusi mencegah COVID-19.

Baca juga: ACT kirim truk dapur umum ke Pulau Galang untuk penanganan COVID-19

"Alhamdulillah kami dapat berkontribusi ikut dalam mengurangi wabah corona, salah satunya adalah kita tempatkan alat cuci tangan di Pasar Bantul. Ada beberapa yang dapat kami kerjakan, di samping berbagi alat cuci tangan juga pembagian APD (alat pelindung diri) di rumah sakit," kata dia.

"Mohon do'a semoga kita bersama-sama bisa melawan corona ini, dan semoga segera berakhir wabah corona ini di Indonesia," tambah Aryanto.

Wabah virus corona di Indonesia setidaknya telah mengakibatkan 5.516 positif terjangkit COVID-19, serta 496 orang meninggal dunia per 16 April 2020. Wabah ini juga berdampak kurangnya APD bagi para tenaga medis, serta menurunnya tingkat ekonomi masyarakat prasejahtera, pekerja informal, hingga para buruh yang kehilangan penghasilan karena pemutusan hubungan kerja (PHK)

Selain memberikan dukungan bagi para tenaga medis yang berupa APD dan bantuan multivitamin, ACT DIY juga fokus pada program penguatan pangan untuk masyarakat prasejahtera, programnya berupa Operasi Pangan Gratis, Operasi Beras Gratis, serta Operasi Makan Gratis.

Baca juga: Selama pandemi COVID-19, ACT DIY bagikan makanan gratis
Baca juga: ACT: Layanan antarpangan gratis bantu masyarakat terdampak COVID-19
Baca juga: ACT Sulsel bagikan APD ke sejumlah Puskesmas di Makasar
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020