Penganiaya siswa SMA Taruna Palembang divonis 7 tahun penjara

Penganiaya siswa SMA Taruna Palembang divonis 7 tahun penjara

Terdakwa Obby Frisman Artakatu (25) saat mendengarkan vonis pada persidangan di Pengadilan Negeri Klas I A Khusus Palembang, Rabu (26/2) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Terdakwa kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Indonesia Palembang hingga menyebabkan korban meninggal dunia divonis 7 tahun penjara dan denda Rp1 Miliar.

Putusan dibacakan Hakim Ketua Abu Hanifah kepada terdakwa Obby Frisman Artakatu (25) pada persidangan di Pengadilan Negeri Klas I A Khusus Palembang, Rabu.

"Mengadili dan memutuskan terhadap terdakwa, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 (c) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, menjatuhkan terdakwa dengan pidana selama 7 tahun dan denda Rp1 Miliar subsider 6 bulan," kata Abu Hanifah membacakan putusan.

Baca juga: PN Palembang tolak praperadilan tersangka kekerasan SMA Taruna

Putusan tersebut sedikit lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi yang meminta terdakwa dijatuhi pidana 8 tahun dan denda Rp1 Miliar.

Majelis hakim menyebut Hal-hal yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mengakui perbuatanya dan perbuatanya telah menghilangkan nyawa seseorang, sedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa masih muda dan bisa diperbaiki.

Atas putusan tersebut terdakwa melalui kuasa hukumnya, Suwito Winoto menyatakan pikir-pikir untuk segera proses banding saat persidangan.

"Kami sangat kecewa karena keputusan ini tidak manusiawi dan tidak sesuai fakta persidangan, padahal persidangan sebelumnya saksi-saksi sudah mengatakan bahwa terdakwa tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan, maka kami akan banding," kata Suwoto Winoto usai persidangan.

Sebelumnya di dalam dakwaan disebutkan terdakwa Obby melakukan tindak kekerasan pada 13 Juli 2019 pada peserta Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental (Madabintal) usai mengajak peserta berjalan sejauh 13 kilometer.

Sementara salah seorang anggota keluarga korban, Rio Permata, mengatakan pasrah dengan putusan majelis hakim atas terdakwa Obby sebab dari keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Delwyn.

"Apapun keputusan hakim tidak akan mengembalikan Delwyn kembali," ujar Rio ditemui usai persidangan.

Baca juga: Polisi belum terima laporan penganiayaan siswa SD di Kebon Manggis
Baca juga: Seorang ASN di Jaktim dinonaktifkan karena pukul siswa
Baca juga: Jari siswa korban perundungan di Malang harus diamputasi
Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020