Ratusan pelajar Palembang dididik Basarnas tentang penyelamatan jiwa

Ratusan pelajar Palembang dididik Basarnas tentang penyelamatan jiwa

ARSIP FOTO - Tim Basarnas Kota Palembang mencari bocah umur 9 tahun yang tenggelam di dermaga 7 Ulu perairan Sungai Musi. (FOTO ANTARA/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Palembang, Sumatera Selatan memberikan pendidikan kepada sebanyak 300 pelajar tingkat SMP mengenai penyelamatan jiwa saat terjadinya bencana dan kondisi darurat.

"Pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa perlu dibekali pengetahuan tentang penyelamatan jiwa sehingga bisa membantu masyarakat di sekitar lingkungannya," kata Kepala Basarnas Palembang, Heri Marantika di Palembang, Rabu.

Dalam kegiatan tersebut pelajar yang merupakan perwakilan dari sebanyak 60 SMP di Kota Palembang itu diberikan penjelasan mengenai cara melakukan pencarian dan evakuasi korban bencana.

Untuk melakukan penyelamatan jiwa korban bencana dan kondisi darurat lainnya, kata dia, dibutuhkan tindakan yang cepat dan tepat.

Dengan adanya pelajar yang memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukan penyelamatan jiwa, katanya, jika terjadi suatu bencana dan terdapat korban bisa memberikan pertolongan pertama.

Kegiatan pendidikan penyelamatan jiwa itu, kata dia, akan terus dilakukan kepada pelajar dan masyarakat secara umum sehingga jika terjadi suatu bencana dan kondisi darurat dapat dicegah timbulnya korban jiwa.

Untuk memaksimalkan kegiatan tersebut di lingkungan sekolah, kata Heri Marantika, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan pendidikan SAR (search and rescue) di lingkungan sekolah dan akan memfasilitasi kegiatan yang lebih besar.

"Pelajar perlu diberikan bekal mengenai SAR seperti cara melakukan penacarian dan evakuasi/penyelamatan korban bencana, serta upaya penyelamatan jiwa dalam kondisi darurat," katanya.
.
Kegiatan SAR adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana, demikian Ahmad Zulinto.

Baca juga: Bocah masuk lubang paku bumi dievakuasi Basarnas Palembang

Baca juga: Korban bus Bengkulu-Palembang di jurang Pagaralam dievakuasi Basarnas

Baca juga: Tim SAR memperpanjang masa pencarian remaja hilang di Gunung Dempo
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020