BNNP Sulsel harap generasi muda buat film tentang bahaya narkoba

BNNP Sulsel harap generasi muda buat film tentang bahaya narkoba

Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Idris Kadir. ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan berharap sinergi dari semua pihak terutama dari konten kreator agar membuat karya-karya film yang bisa viral terkait bahaya dan ancaman narkoba.

"Seiring berjalannya waktu, apalagi di era industrialisasi 4.0 ini, informasi semakin begitu mudah didapatkan. Ini yang kita harapkan ada karya-karya film yang dibuat teman-teman dan langsung viral di masyarakat," ujar Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Idris Kadir di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan penyebaran narkoba sudah begitu massif terjadi dan semua kalangan sudah mulai terpapar bahkan anak balita juga ada yang terpapar.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa melihat status atau profesinya untuk ikut bersama-sama dalam melawan kejahatan narkoba ini.

"Ini adalah kejahatan yang luar biasa karena narkoba merusak sendi-sendi dalam masyarakat. Semua tatanan akan rusak jika seseorang sudah terpapar dengan narkoba, makanya kita ajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memeranginya," katanya.

Idris Kadir menyatakan konten-konten viral yang banyak bertebaran saat ini justru yang negatif. Sedangkan konten positif sangat jarang ada yang viral.

Dia berharap di tangan para kreator pekerja seni baik blogger, vlogger, insan media, produser atau penulis naskah lainnya bisa membuat konten-konten menarik dan menjadi viral di masyarakat.

"Ada begitu banyak media sosial, Instagram saja menyiapkan satu space video durasi satu menit dan ini bisa dimanfaatkan. Belum lagi YouTube yang durasinya lebih panjang. Kalau ini viral jelas akan mempengaruhi juga penontonnya," ucapnya.

Baca juga: BNNP Sulsel gagalkan peredaran empat kilogram sabu

Baca juga: BNNP Sulsel amankan 11,6 kilogram sabu selama 2018

Baca juga: BNNP Sulsel gagalkan peredaran sabu-sabu

 
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019