Lion Air gelar tabur bunga korban kecelakaan JT 610

Lion Air gelar tabur bunga korban kecelakaan JT 610

Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 menaiki KRI Semarang 594 untuk melakukan prosesi tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/10/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.

Jakarta (ANTARA) - Lion Air Group menggelar prosesi tabur bunga dan doa bersama keluarga penumpang penerbangan JT-610 di wilayah perairan Karawang, Jawa Barat.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa menyebutkan terdapat 243 anggota keluarga mengikuti rangkaian acara.

“Rombongan keluarga dan pihak terkait tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pukul 08.00 WIB selanjutnya naik KRI Semarang yang digunakan untuk mendukung acara tabur bunga dan doa bersama,” kata Danang.

KRI Semarang kemudian bergerak menuju perairan Karawang beserta keluarga dan seluruh pihak terkait.

Rangakaian prosesi tabur bunga dan doa bersama pada hari ini secara khusus diselenggarakan oleh Lion Air kepada keluarga penumpang dan kru pesawat penerbangan JT-610 dalam rangka mengenang keluarga, sahabat, karib kerabat dan handai taulan.

Lion Air mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Badan SAR Nasional (BASARNAS), elemen pemerintah pusat dan daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), POLRI, termasuk tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI POLRI), seluruh karyawan serta awak pesawat Lion Air

dan pihak-pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu, berkat dukungan, kontribusi, kerjasama dan perhatian yang telah diberikan kepada Lion Air selama ini dalam berbagai kegiatan, termasuk pendampingan kepada keluarga.

Acara tabur bunga dan doa bersama keluarga penumpang penerbangan JT-610 yang dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas Tabur Bunga, Kolonel Avianto Roosewirawan (Komandan Satuan Kapal Amfibi) berlangsung dengan hikmat.

“Acara tabur bunga dan doa bersama berjalan lancar. Prosesi berakhir pada pukul 14.00 WIB ketika KRI Semarang bersandar ke Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya.

Lion Air mengharapkan akan tetap menjadi bagian keluarga utuh dan senantiasa membangun hubungan baik bersama pihak keluarga tersebut.

“Lion Air berterima kasih atas kesabaran dari kalangan keluarga selama ini,” kata Danang.

Pada kesempatan ini, turut hadir Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), diwakili oleh Wakil Ketua KNKT, Haryono Satmiko; Badan SAR Nasional (BASARNAS), diwakili oleh Deputi Operasi Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi; Kepala Staf Angkatan Udara, diwakili oleh Wakil Asisten Operasi Angkatan Udara, Marsekal Pertama Bowo Budiarto; Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, diwakili oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Muhammad Zaenal.

Selain itu, Kementerian Perhubungan diwakili oleh Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti; Komandan Satuan Tugas Tabur Bunga, Kolonel Avianto Roosewirawan (Komandan Satuan Kapal Amfibi); Komandan Lanud Halim Perdanakusuma yang diwakili oleh Kepala Dinas Operasi Kolonel Pnb I Gusti Putu Setya Darma, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, diwakili oleh Parjiah; Bupati Karawang, diwakili oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Karawang bidang Destinasi, Nunuh Nugraha; perwakilan karyawan, pilot, awak kabin, teknik Lion Air, Direktur Utama Lion Air, Bapak Rudy Lumingkewas serta manajemen Lion Air.

 

Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019