Pakar: Menkes Terawan perkuat JKN dan pencegahan penyakit

Pakar: Menkes Terawan perkuat JKN dan pencegahan penyakit

Menkes RI Terawan Agus Putranto (berjas hitam) dalam acara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto harus memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional dan mengupayakan upaya promosi kesehatan serta pencegahan penyakit dalam menangani berbagai isu kesehatan di Indonesia, kata pakar.

Pakar dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia itu, Teguh Dartanto, di Yogyakarta, Rabu, mengatakan Menkes baru harus bisa memahami bahwa sistem yang sudah dibangun dalam Program JKN adalah sistem yang baik dan butuh dukungan untuk memastikan keberlanjutannya.

Ia mengaku tidak mengenal sosok Menkes Terawan secara mendalam dan hanya mengetahui dari pemberitaan di media massa.

Dia melihat Menkes Terawan yang terkenal dengan terapi "cuci otak" untuk pasien stroke adalah tipikal kuratif dan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, dia berharap, Terawan bisa menunjukkan upayanya dalam promotif dan preventif, terlebih di dalam JKN.

"Saya harap meskipun belum pernah melihat beliau berbicara tentang JKN, saya harap beliau bisa belajar dengan cepat dan paham bahwa sistem ini adalah sistem yang baik dan perlu dilanjutkan dan didukung," kata dia.

Baca juga: Menkes Terawan segera rapat untuk cari permasalahan dan solusi

Selain itu, Terawan juga diharapkan bisa menjalin koordinasi dan kolaborasi yang kuat dengan mitra-mitra kerjanya, khususnya dalam pelaksanaan Program JKN-KIS.

Program JKN merupakan program nasional yang dilakukan oleh banyak pihak, yaitu BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara, Kementerian Kesehatan; Kementerian Keuangan; Kementerian Sosial; dan DJSN sebagai regulator, pemerintah daerah sebagai pelaksana, serta organisasi profesi, seperti PB IDI dan perguruan tinggi yang turut memberikan usulan dan merumuskan kebijakan.

"Dalam konteks kesehatan di Indonesia ini, Kementerian Kesehatan adalah bagian yang membuat regulasi sementara BPJS adalah yang melaksanakan. Jadi diperlukan kolaborasi dari keduanya, tanpa kolaborasi saya rasa hal ini tidak akan baik bagi sistem kesehatan di Indonesia," kata dia.

Menteri Kesehatan Terawan mengaku akan melakukan rapat membahas berbagai masalah mengenai kesehatan di Indonesia terlebih dahulu bersama jajaran Kementerian Kesehatan untuk mencari berbagai solusi.

"Rapat dulu untuk melihat apa permasalahannya dan apa yang bisa dicapai, apa yang harus kita lakukan. Harus rapatkan dulu," ujar dia sebelum menghadiri syukuran di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada Rabu
.
Baca juga: Disiplin ala militer dr Terawan diharapkan dapat benahi JKN
Baca juga: PERKI harap Menkes baru prioritaskan pelayanan penyakit jantung
Baca juga: Karangan bunga berdatangan di RSPAD ucapkan selamat ke dr Terawan
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019