SDN Bidaracina 3 minta PLN segera pulihkan listrik yang diputus

SDN Bidaracina 3 minta PLN segera pulihkan listrik yang diputus

Korban kebakaran dari kalangan anak-anak menanti proses pendirian tenda pemgungsian di pintu masuk SDN Bidaracina 3 Pagi, Minggu (21/10/2019). Dilaporkan 183 jiwa warga RW 02 Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Penyelenggara Sekolah Dasar Negeri Bidaracina 3 Pagi, Jatinegara, Jakarta Timur, meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera memulihkan pasokan listrik yang diputus sejak Senin (21/10).
 
"Paling lambat Senin pekan depan harus masuk. Katanya PLN segera disambung lagi (listrik)," kata Kepala SDN Bidaracina 3 Pagi, Sama di Jakarta, Rabu siang.
 
Menurut dia, aktivitas belajar-mengajar sebanyak 715 siswa kelas 1 hingga 6 terpaksa dialihkan sementara ke rumah masing-masing sebab listrik di sekolah diputus PLN.
 
Alasan pemutusan aliran listrik disebabkan kebakaran yang melanda 56 rumah tinggal di RW 02 Kampung Pondok Kaleng, Bidaracina, Jatinegara pada Senin (21/10).
 
Api nyaris merambat ke bangunan SDN Bidaracina 3 Pagi yang beralamat di Jalan Setia Nomor 10 Jatinegara.
 
Akibatnya, sesaat setelah kejadian kebakaran di RT 08, RT 09 dan RT 12, seluruh aliran listrik pada kawasan yang terdampak terpaksa diputus sementara untuk antisipasi arus pendek (korselting).
 
"Jadi dirumahkannya kegiatan belajar mengajar bukan karena sekolah ini dijadikan lokasi penampungan, tapi lebih pada aliran listrik yang belum nyala saja," katanya.

Baca juga: 47 KK korban kebakaran Bidaracina kehilangan surat berharga
Baca juga: Pengungsi kebakaran Bidaracina kekurangan air bersih
 
Sama mengatakan, biasanya di pagi hari ada 315 siswa yang belajar. Kemudian kelas sore ada 400 siswa SDN Kampung Melayu 01 yang menumpang belajar lantaran sekolahnya sedang direhab total.
 
"Sebanyak 32 siswa di sekolah ini juga menjadi korban kebakaran," katanya.
 
Menurut dia, paling lambat Senin pekan depan, PLN sudah harus mengaliri kembali listrik ke sekolah tersebut.
 
"Karena persiapan untuk menghadapi ujian sekolah maupun ujian akhir semester. Senin sudah harus masuk," katanya.
 
Meskipun masih berdiri empat tenda penampungan, kata Sama, aktivitas belajar-mengajar sisa sebenarnya tidak akan terganggu.
 
Para pengungsi semua berada di tenda halaman sekolah, tidak ada yang masuk ke dalam kelas. "Kemudian untuk kebutuhan MCK juga disiapkan pihak terkait," katanya.
Baca juga: Walkot sebut kebakaran di Jaktim hingga tiga kali sehari
Baca juga: Jumlah korban kebakaran Bidaracina terus bertambah
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019