NU arusutamakan dakwah digital

NU arusutamakan dakwah digital

Jumpa pers Pidato Kebudayaan Hari Santri Nasional di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA/Anom Prihantoro

Jakarta (ANTARA) - Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Masduki Baidlowi mengatakan NU harus mengarusutamakan dakwah di ranah digital demi mengikuti perkembangan zaman.

"NU saat ini masih berorientasi pada dakwah model lama untuk generasi 'baby boomers'. Sementara banyak pengakses internet kalangan muda generasi milenenial dan generasi z yang menjadi area dakwah," kata Masduki dalam jumpa pers Pidato Kebudayaan Hari Santri Nasional di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan NU saat ini harus menggarap dakwah dengan pendekatan strategi kebudayaan di ranah media sosial untuk menyentuh generasi milenial dan generasi Z.

Jika tidak segera dilakukan, kata dia, bukan tidak mungkin dakwah ala NU saat ini bisa ditinggal karena kalah dengan dakwah via internet yang justru kini segmennya banyak ditempuh dari luar kalangan NU dan ormas Islam arus utama.

Baca juga: "Dakwah Mobile", cara terbaru MUI berdakwah di era digital
Baca juga: MUI: Manusia tetap jadi objek dakwah di era digital


Hal yang dia khawatirkan yaitu strategi dakwah selain dari ormas Islam arus utama seperti NU dan Muhammadiyah itu berisi materi-materi intoleran. Saat ini, mereka mennujukkan gejala menguasai dunia media sosial dan internet.

Untuk itu, lanjut dia, NU harus berbenah dengan meningkatkan kapasitas dakwahnya sehingga dunia dakwah digital tidak didominasi oleh paham radikal.

Saat ini, kata dia, NU secara perlahan sedang melakukan pelatihan-pelatihan di berbagai tempat untuk mendidik generasi pendakwah yang dapat terjun di dunia digital.

Masduki mengatakan pihaknya kini merintis Madrasah Kader dengan salah satu materinya soal strategi dakwah di media sosial yang bisa diadakan 10 kali di berbagai tempat. Soal hasil, tentu tidak bisa instan karena memberikan literasi digital perlu waktu lama.

Baca juga: Rommy dorong ulama NU-Muhammadiyah kembangkan dakwah digital
Baca juga: Muhammadiyah kuatkan produksi dakwah digital

 
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019