Pelantikan Presiden, Polda Bali siagakan 13.000 personel

Pelantikan Presiden, Polda Bali siagakan 13.000 personel

Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat menuju masuk ke dalam Gedung Lembah Pujian, Denpasar. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2019)

Denpasar (ANTARA) - Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, mengatakan sebanyak 13.000 personel Polri, ditambah dari TNI dan Desa Adat yaitu Pecalang, disiagakan menjelang pelaksanaan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'aruf Amin, pada Minggu (20/10).

"Semua kita kerahkan, seluruh aparat kepolisian Indonesia termasuk di Bali, semua saya perintahkan semua standby 13.000 orang, untuk pengamanan jelang pelantikan ini," kata Kapolda Bali, usai memberikan arahan kepada Bhabinkamtibmas dan pecalang di Gedung Lembah Pujian, Jalan Antasura, Denpasar, Kamis.

Baca juga: MPR: 20 kepala negara/perwakilan hadiri pelantikan presiden dan wakil

Ia mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara keseluruhan dengan mengedepankan bukan hard power melainkan dengan soft power.

"Kalau kita lihat bersama-sama ada para pecalang mewakili rakyat Bali adalah penanggung jawab Pengamanan Masyarakat Swakarsa yang berasal dari desa adat masing-masing," jelasnya.

Pihaknya menilai, dengan kehadiran para pecalang, Bhabinkamtibmas dan petugas kepolisian lainnya yang jumlahnya banyak, terlihat bahwa rakyat Bali siap mendukung pelantikan, menjaga dan mengamankan bersama-sama dengan warga negara Indonesia terlaksananya kembali pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 sampai dengan 2024," tegasnya.

Baca juga: Pelantikan Presiden, Survei sebut masyarakat antusias

Melalui agenda "Persiapan Bali dalam rangka mendukung acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019" di Gedung Lembah Pujian diikuti pecalang se-Bali dengan tujuan dapat memunculkan kekuatan masyarakat.

"Saya ingin bukan hanya kekuatan aparat, melainkan ada kekuatan yang dimunculkan dari masyarakat ini, saya juga berharap para pecalang ini mempunyai kemampuan yang luar biasa sebagai penegak hukum aparat keamanan berdasarkan UU dan peraturan," tegas Petrus R. Golose.

Menurutnya, Bali ini adalah penghasil devisa, selain sumber daya mineral. Devisa pariwisata Bali menghasilkan 40 persen daripada penghasilan devisa Indonesia.

"Kita perlu devisa, kita tidak boleh membuat rakyat merasa ketakutan, kita tidak boleh membuat pendatang khawatir, karena hal yang paling penting adalah bekerja sama dengan rakyat," jelas Kapolda Bali ini.

Baca juga: Kasetpres sarankan hotel untuk tamu negara di sekitar Gedung MPR RI

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019