Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu berbicara tentang keberagaman di Indonesia dalam Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI) ke-18, di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu malam.

"Bila kita bicara harmoni dari sebuah keragaman, ASEAN ini merupakan kejadian dunia karena 52 tahun bersatu tidak ada masalah. Semua masalah diselesaikan dengan baik, meski keragaman dan perbedaan yang mendasar etnik, agama, budaya dan bahasa," kata Ryamizard dalam sambutannya.

Namun, dengan semangat persatuan ASEAN selalu dapat menyelesaikan berbagai perbedaan dengan cara-cara damai dan senantiasa mendahulukan kepentingan sahabat dibandingkan kepentingan dirinya.

Kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional bertemakan "Living Harmony in Diversity", yang berarti Hidup Harmonis dalam Keragaman.

Menurut Ryamizard, tema itu sangat relevan di tengah dinamika kehidupan antarbangsa yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya untuk menjawab pemikiran sebagian masyarakat dunia yang hingga kini belum memahami arti kemajemukan.

Dalam kegiatan itu mengangkat budaya Provinsi Papua sebagai budaya lokal Indonesia yang diperkenalkan.

Kesenian Papua yang ditampilkan adalah Tari Yospan, Tari Perdamaian dan Sajojo. Selain itu, ditampilkan beberapa makanan dan minuman khas Provinsi Papua.

Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Pariwisata dan Pemda Provinsi Papua, bersinergi dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata Papua khususnya.

"Pada setiap kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional, Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan selalu memperkenalkan budaya Indonesia. Malam ini, Indonesia memperkenalkan budaya Provinsi Papua," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menhan berharap acara MBBI ini menjadi sarana untuk semakin memperteguh komitmen dalam rangka memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang menjadi salah satu kekuatan bangsa serta mempererat kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

"Kegiatan seperti ini tentunya diharapkan mampu menciptakan persahabatan yang erat diantara peserta didik, sehingga tumbuh terjalinnya kebersamaan dan saling percaya satu sama lain melalui pendekatan bahasa dan budaya," harap Ryamizard.

Dalam konteks pertahanan, MBBI adalah momentum untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat sehingga dapat membawa dampak positif dalam menumbuhkan dan meningkatkan Confidence Building Measures (CBM).

Suatu kerja sama yang dilandasi dengan adanya saling percaya satu sama lain yang pada gilirannya akan memberikan dampak pada penanganan permasalahan pertahanan yang menjadi perhatian bersama.

Terkait dengan hal tersebut, Kemhan selalu berupaya untuk memelihara, meningkatkan dan mempererat kerja sama bidang pertahanan dengan negara-negara sahabat. Untuk melaksanakan kerja sama tersebut, dibutuhkan sarana komunikasi yakni bahasa yang dapat dimengerti oleh semua pihak. Hal ini penting dalam mempermudah komunikasi, diplomasi, dan negosiasi dengan negara-negara sahabat.

Kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional Tahun 2019 kali ini diikuti kurang lebih 180 Siswa Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan yang terdiri dari siswa lokal dan siswa dari negara-negara sahabat.

Adapun negara sahabat yang turut berpartisipasi sebanyak 12 negara terdiri dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea, Prancis, Saudi Arabia, Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia dan Pakistan.

Baca juga: Menhan ingatkan pengawal menteri untuk waspada

Baca juga: Wiranto ditusuk, Menhan ingatkan soal bahaya ISIS

Baca juga: Menhan: Peristiwa penusukan Wiranto tidak ancam pelantikan presiden

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Yuniardi Ferdinand
Copyright © ANTARA 2019