KSBSI ingatkan Jokowi tuntaskan Nawacita di periode kedua

KSBSI ingatkan Jokowi tuntaskan Nawacita di periode kedua

Pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) sangat diperlukan untuk menguatkan sumber daya manusia calon pekerja sekaligus menciptakan wirausaha baru. ANTARA/Adi Wibowo

Jakarta (ANTARA) - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengingatkan Presiden terpilih Joko Widodo bersama dengan pasangan Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin segera menuntaskan agenda nawacita dan revolusi mental yang dilontarkan sejak kampanye periode pertama hingga periode kedua.

KSBSI menilai Jokowi masih punya utang untuk melanjutkan dan menuntaskan agenda nawacita dan revolusi mental dengan kabinet barunya.

"Untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul sesuai dengan butir keenam nawacita yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia agar dapat berdaya saing di pasar internasional perlu segera dilakukan dengan memilih menteri yang paham tentang pemberdayaan SDM dan teknologi inovatif," kata Ketua Departemen Lobby & Humas KSBSI Andy William Sinaga di Jakarta, Rabu

Baca juga: KSBSI: Kepmenaker No.228 bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan
Baca juga: KSBSI: Pemerintah perlu perhatikan infrstruktur untuk kartu Pra-Kerja


Sementara itu, untuk mewujudkan bangsa yang berdikari sesuai dengan butir ketujuh nawacita, maka pemerintah harus mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik bangsa ini.

"Presiden Jokowi perlu menggerakkan ekonomi pedesaan yang bermuara penciptaan ekonomi kecil yang inovatif," kata dia.

Ia menilai perlu dibentuk balai-balai latihan kerja dan pelatihan vokasi  sampai ke pedesaan aar dapat mengurangi tingkat pengangguran di pedesaan dan mencegah arus urbanisasi.

"KSBSI yakin Jokowi dan KH Ma'ruf Amin dapat menuntaskan nawacita dan revolusi mental para aparatur birokrasi dan TNI/POLRI agar cita-cita luhur pendiri bangsa ini menciptakan masyarakat makmur, mandiri dan sejahtera dapat tercapai," kata dia.

Baca juga: KSBSI: Kepmenaker No.228/2019 semakin membuka pekerjaan bagi TKA
Baca juga: KSPSI: buruh belum bisa keluar dari masalah upah
Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019