Di Hong Kong, pemrotes bidik tempat usaha China dan pro-Beijing

Di Hong Kong, pemrotes bidik tempat usaha China dan pro-Beijing

Sepeda bertumpuk membentuk barikade saat demonstrasi anti-pemerintah di distrik Sha Tin, pada Hari Nasional China, di Hong Kong, China, Selasa (1/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/cfo

Hong Kong (ANTARA) - Pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong meningkatkan kemarahan mereka ke tempat usaha milik China Daratan dan yang pro-Beijing, dengan membuat coret-coretan di depan toko dan merusak gerai di bagian tengah pusat keuangan itu.

Pemrotes membidik sebagian bank terbesar China pada akhir pekan, dengan menyemprotkan cat slogan anti-China dan menutup kantor cabang serta mengotori mesin ATM cabang seperti Bank of China. Pada saat yang sama, timpalan internasional mereka di dekatnya seperti Standard Chartered Bank tak tersentuh.

Baca juga: Polisi Hong Kong perketat pemeriksaan ke bandara cegah kekerasan malam

Sasaran lain adalah toko yang dioperasikan oleh Maxim's Caterers, termasuk rangkaian gerai kopi Amerika, Starbuck Corp, setelah puteri pendiri perusahaan tersebut di Hong Kong mengutuk pemrotes di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Demonstran mencorat-coret graffiti anti-China di beberapa gerai Starbuck, termasuk di kabupaten pariwisata dan bisnis Causeway Bay dan Admiralty.

Baca juga: Bandara Hong Kong kembali jadi sasaran unjuk rasa

Perusahaan di seluruh Hong Kong, pusat banyak usaha global di Asia, berada dalam posisi rumit di antara pemrotes dan penguasa Partai Komunis China di Beijing, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Cathay Pacific Airways adalah perusahaan terbesar yang menjadi korban ketika China pada Agustus menuntut perusahaan tersebut agar menskors stafnya yang terlibat dalam gerakan protes yang telah menceburkan Hong Kong ke dalam krisis politik terbesarnya dalam beberapa dasawarsa.

Sedikitnya 20 pilot dan awak kabin telah dipecat sejak itu, kata Hong Kong Confederation of Trade Unions.

Baca juga: Wartawati Indonesia perlu observasi sepekan atas luka tembaknya

Sumber: Reuters
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019