Sikapi demo PMII Pontianak gelar diskusi

Sikapi demo PMII Pontianak gelar diskusi

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalbar unjuk rasa menolak RUU KUHP dan KPK di Gedung DPRD Kalbar, Rabu (25/9). (Foto Andilala)

Pontianak (ANTARA) - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Komisariat IAIN Pontianak kembali melaksanakan kajian rutin bertemakan membaca peta gerakan aksi dalam menyikapi demonstrasi di Pontianak, Kamis.

Ketua Tiga PMII Kalbar Bagian Keagamaan, Arifuddin di Pontianak menegaskan kepada seluruh kader PMII untuk bisa mengkaji dan memahami secara baik dari setiap isu yang menjadi viral diperbincangkan hari ini, di antaranya adalah tentang demonstrasi RUU KUHP dan KPK yang dikatakannya pro-rakyat.

"Kader PMII harus bisa paham betul dengan kasus-kasus yang saat ini sedang melanda Indonesia, yaitu tentang aksi menolak RUU KUHP dan KPK yang katanya pro-rakyat. Jangan sampai kita ikut aksi tapi tidak paham mengenai apa yang dipermasalahkan atau hanya ikut-ikutan saja," ujarnya.

Baca juga: Kamis pagi, ribuan mahasiswa menuju gedung DPRD NTB

Arifuddin berharap kader PMII yang sudah paham mengenai isu-isu terkait demonstrasi menolak RUU tersebut bisa mengedukasi adik-adik dan kadernya yang lain dalam menanggapi hal tersebut.

"Harapan saya kader PMII yang sudah paham di sini bisa mengedukasi kader kadernya yang lain terkait isu demonstrasi menolak RUU yang menjadi polemik hari ini, karena kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi," tuturnya.

Selain itu, Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak Surahman mengatakan dari adanya diskusi membaca peta gerakan aksi tersebut, kader PMII bisa paham dari adanya aksi-aksi yang menuai pro dan kontra tersebut.

Baca juga: JPPI imbau pelajar dan mahasiswa hentikan demonstrasi

"Selesai diskusi ini saya ingin kader PMII bisa paham betul adanya aksi-aksi saat ini yang banyak menuai pro dan kontra. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan dan diuntungkan," ujar Surahman.

Sebelumnya, Rabu (25/9) ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalbar unjuk rasa menolak RUU KUHP dan KPK di Gedung DPRD Kalbar.
Pewarta : Andilala
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019