Sekwan akan laporkan perusakan gedung DPRD Sumbar kepada kepolisian

Sekwan akan laporkan perusakan gedung DPRD Sumbar kepada kepolisian

Sekretaris DPRD Sumatera Barat Raflis (kiri) melihat kondisi gedung DPRD pascaaksi unjuk rasa berujung anarkis di DPRD Sumbar pada Rabu (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Sekretaris DPRD Sumatera Barat Raflis mengatakan pihaknya akan melaporkan tindakan perusakan gedung tersebut kepada kepolisian saat unjuk rasa mahasiswa berujung aksi anarkis ke kantor DPRD Sumbar.

“Kita akan biarkan kondisi gedung ini seperti ini agar pihak kepolisian dapat bekerja mengumpulkan barang bukti dan mereka juga ada di sini saat aksi perusakan oleh mahasiswa,” katanya di Padang, Rabu.

Ia mengatakan hal yang akan dilakukannya adalah menginventarisir barang-barang yang mengalami kerusakan akibat aksi anarkis mahasiswa seperti kaca gedung, meja, kursi, barang elektrik dan lainnya.

Menurut dia seluruh barang yang ada di DPRD Sumbar sudah terdata dan pihaknya akan menghitung barang yang rusak serta nilainya dan melaporkan kepada pimpinan DPRD Sumatera Barat.

“Kita juga melaporkan kepada pihak kepolisian agar persoalan ini diproses lebih lanjut,” katanya.

Setelah itu terkait ruang sidang yang tidak dapat dipergunakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan agar anggota DPRD dapat melaksanakan sidang paripurna namun proses pembersihan dan perbaikan dilakukan setelah petugas kepolisian selesai melaksanakan tugasnya.

Baca juga: Ruang wartawan DPRD Sumbar selamat dari aksi anarkis mahasiswa

Baca juga: Mahasiswa anarkis dan coret-coret gedung DPRD Sumbar

Baca juga: Miko Kamal sebut tuntutan utama mahasiswa selamatkan KPK

Ia mengatakan untuk kegiatan rapat anggota dewan dapat dilaksanakan di ruang lain yang ada di gedung tersebut. Sementara itu jadwal terdekat adalah rapat paripurna penetapan calon pimpinan DPRD 2019-2024, namun hingga saat ini surat penetapan dari Kemendagri belum sampai ke sekretariat DPRD Sumbar.

“Kalau surat tersebut telah sampai tentu kita akan bersihkan ruangan sidang untuk melaksanakan rapat paripurna dengan menggunakan fasilitas seadanya,” katanya.

Terkait dengan perbaikan fasilitas, Ia mengatakan untuk penganggaran pembelian untuk mengganti barang yang rusak membutuhkan perencanaan.

“Tidak bisa kita beli langsung namun direncanakan lalu diwujudkan pada anggaran tahun depan,” katanya.

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019