Dua penerbangan dialihkan pendaratan ke Padang akibat kabut asap

Dua penerbangan dialihkan pendaratan ke Padang akibat kabut asap

Dua pesawat parkir di Apron Bandara International Minangkabau di Padang Pariaman pada Senin (23/9) (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang Pariman, Sumbar (ANTARA) - Dua penerbangan dialihkan pendaratannya ke Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat karena pekatnya kabut asap sehingga pesawat tidak dapat mendarat di bandara tujuan.

"Sejak kemarin ada dua penerbangan yang dialihkan pertama Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Sibolga dan Lion Air tujuan Medan-Pekanbaru," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Senin.

Menurut dia untuk Garuda tujuan Sibolga pada awalnya akan mendarat di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, namun karena jarak pandang terbatas akhirnya dialihkan ke Bandara Minangkabau pada Minggu sore (22/9).

Sedangkan untuk Lion Air rute Medan-Pekanbaru terpaksa harus dialihkan pendaratan di Bandara Minangkabau pada Senin pukul 13.00 WIB karena terbatasnya jarak pandang di Pekanbaru.

Saat ini pesawat tersebut sudah diterbangkan kembali menuju Pekanbaru, ujar dia.

Sementara Station Manajer Servis Garuda Indonesia Bandara Internasional Minangkabau Ruli Mutarbi membenarkan adanya pengalihan pendaratan pesawat rute Jakarta-Sibolga.

"Karena jarak pandang terbatas akhirnya tidak bisa masuk dan dialihkan ke Padang," kata dia.

Ia menyampaikan setelah itu penumpang diberangkatkan ke Sibolga menggunakan bus yang difasilitasi oleh Garuda Indonesia.

"Kendati ini adalah faktor alam, penumpang akhirnya kami berangkatkan menggunakan jalur darat ke tujuan dari Padang," kata dia.

Terkait kabut asap yang menyelimuti Sumbar ia menyampaikan hingga saat ini belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara Minangkabau.

"Kalau Padang cuacanya masih bagus jarak pandang rata-rata lima kilometer, sedangkan yang dilarang di bawah satu kilometer," ujarnya.

Ia menjelaskan sebelum berangkat pilot akan diberikan gambaran kondisi cuaca di bandara tujuan.

"Jika kondisi cuaca buruk pilot berhak memutuskan akan menunda keberangkatan atau tetap terbang dengan membuat bandara alternatif untuk mendarat jika bandara tujuan tidak bisa didarati," kata dia.

Akan tetapi semua data terkait cuaca akan dipasok terlebih dahulu untuk kemudian menjadi pertimbangan dalam menyusun rencana penerbangan.

Pilot biasanya juga akan berkoordinasi dengan Airnav dan Angkasa Pura untuk memastikan keselamatan penerbangan, kata dia.

Ia menyampaikan saat ini untuk Garuda Indonesia terdapat lima kali penerbangan rute Padang-Jakarta dengan 10 kali pergerakan setiap hari.

Baca juga: Kabut asap belum ganggu penerbangan di Bandara Minangkabau
Baca juga: Kabut asap, penerbangan di Bandara Minangkabau masih normal
Baca juga: Jarak Pandang di Bandara Minangkabau hanya dua kilometer

 
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019