Rupiah akhir pekan menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga BI

Rupiah akhir pekan menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga BI

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup menguat, terbawa sentimen turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia.

Rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,04 persen menjadi Rp14.055 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.060 per dolar AS.

"Pasar kembali merespon positif sentimen turunnya suku bunga acuan yang diumumkan pada hari Kamis lalu sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

BI kembali menurunkan suku bunga acuan sesuai dengan ekspektasi pasar. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen.

Menurut Ibrahim, inflasi yang bisa terus terjaga memberikan ruang bagi BI untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter.

Dari eksternal, pasar global juga mengawasi negosiasi perdagangan AS-China di Washington, ketika para pejabat dari kedua belah pihak memulai kembali pembicaraan tatap muka untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan pada Kamis (19/9), yang bertujuan meletakkan dasar untuk diskusi tingkat tinggi bulan depan.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.090 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.054 per dolar AS hingga Rp14.090 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.085 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.099 per dolar AS.

Baca juga: INDEF: Penurunan suku bunga acuan dongkrak sektor konsumsi

Baca juga: Darmin Nasution: Suku bunga acuan turun, dongkrak kemampuan meminjam
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019