Tiga pulau di Kota Makassar teraliri listrik pada 2020

Tiga pulau di Kota Makassar teraliri listrik pada  2020

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah saat menerima kunjungan Konsuler Miyakawa Katsutoshi yang sengaja datang bersama perwakilan dari Mitsubishi Denki dan Oriental Consultants di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu, (18/9). ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Tiga pulau di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akan mulai teraliri listrik permanen pada 2020 sebagai hasil program kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Jepang.

Tiga pulau yang masuk tahap awal dilakukan survei yakni di Kondingareng Keke, Barang Lompo dan Barang Caddi di Kota Makassar.

"Pada 2020 dibuat sampel mulai dari Kondingareng, Barang Lompo dan Barang Caddi. Sistem yang akan dilakukan kombinasi," kata Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah saat menerima kunjungan Konsul Jepang Miyakawa Katsutoshi di Makassar, Rabu.

Baca juga: Gubernur Sulsel-Konsul Jepang bahas pemenuhan listrik warga di pulau

Miyakawa Katsutoshi bersama perwakilan dari Mitsubishi Denki dan Oriental Consultants sengaja menemui Gubernur Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu.

Ketiga pulau itu, jumlah penduduknya masing-masing sekira 3.000-an jiwa kecuali, Pulau Barang Caddi yang lebih kecil. Total daya lilistrik yang dibutuhkan sekitar 3 MW.

"Kita survei, termasuk daerah yang akan digunakan untuk panel (surya). Sistemnya ini nanti pakai hibrid, betul-betul penghematan energi supaya cadangan tenaganya bisa disimpan, kendala kita lahan," jelasnya.

Nurdin prihatin karena pulau-pulau yang indah tidak dapat dinikmati di malam hari. "Kita di Indonesia tidak menikmati pulau kalau malam, karena gelap gulita, Jepang mandi cahaya," sebutnya.

Baca juga: Seluruh pulau kecil Babel ditargetkan teraliri listrik tahun 2020

Bukan hanya tentang penyediaan air bersih dan listrik di tiga pulau itu, tetapi juga pulau wisata seperti Pulau Lae-lae dan Samalona. Dengan sistem yang ada hanya selama ini listrik hanya tersedia dari jam 6-12 atau sekitar 6 jam.

Nurdin berharap rencana itu akan berhasil. Dimulai dari Makassar dan bisa menjadi contoh untuk seluruh Indonesia.

Sementara itu Miyakawa Katsutoshi menyebutkan kedatangannya merupakan jawaban atas kekhawatiran Nurdin, atas kebutuhan listrik air dan bersih masyarakat di pulau.

"Pada diskusi ini Mitsubishi Denki juga berminat melakukan survei dan mudah-mudah membuat proyek. Makanya kita kick-off meeting bagaimana bisa merealisasikan," jelasnya.

Baca juga: Pakar sebut harga listrik Pulau Jawa terlalu murah

Oriental Consultants, Yamada Mitsukage menyebutkan sistem kombinasi itu juga menghasilkan listrik yang stabil dan menghasilkan listrik tiga kali lipat.

"Kalau tidak dikombinasikan itu hanya bisa menghasilkan sekitar 4 Megawatt tetapi dengan teknologi dari Mitsubishi Denki. Itu dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan 11 megawatt," katanya.

Camat Sangkarrang, Kota Makassar, Firnandar Sabara menyampaikan program itu sangat dinantikan karena masalah utama di pulau adalah listrik dan air bersih.

"Kalau ada energi dari listrik, ekonomi masyarakat di pulau itu akan bertambah lagi. Dari sisi ikan itukan kita hanya 12 jam jalan tidak bisa ada pendinginan. Otomatis ikan itu akan dijual murah biar bisa cepat (dijual). Dengan listrik juga banyak juga bisa dengan lisrtik pariwisata dan pengolahan budidaya," sebutnya.

Dalam pertemuan juga diungkapkan bahwa sistem kombinasi itu lebih murah jika hanya dibandingkan menggunakan panel surya saja.

Baca juga: DPR sebut Pulau Jawa miliki cadangan listrik terbesar
 
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019