BJ Habibie wafat, Dubes Havas sampaikan belasungkawa

BJ Habibie wafat, Dubes Havas sampaikan belasungkawa

FOTO DOKUMENTASI. Presiden BJ Habibie melambaikan tangan kepada warga usai mencanangkan Gerakan Nasional Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi di Desa Marga Marga Mulya, Kecamanat Mauk, Tangerang, Jawa Barat, Senin (2/8/1999). FOTO ANTARA/ALI ANWAR/wsj.

London (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menyampaikan rasa duka mendalam dan bela sungkawa atas wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie di Jakarta pada Rabu, 11 September, pukul 18.05 WIB setelah dirawat beberapa lama di rumah sakit.

“Atas nama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin dan seluruh masyarakat Indonesia di Jerman, kami menyampaikan rasa duka mendalam dan bela sungkawa atas wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie,” ujar Dubes Arif Havas Oegroseno kepada Antara London, Rabu.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa beliau dan menempatkan beliau di syurga-Nya yang terbaik,” ujarnya.

Menurut Arif Havas, almarhum BJ Habibie memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Jerman. Beliau kuliah di Universitas RWTH Aachen, Jerman pada 1955, selalu dikenal sebagai pribadi yang egaliter, pendidik, dan suri tauladan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Sejak lama almarhum BJ Habibie juga memiliki hubungan yang sangat akrab dengan para presiden, kanselir, ilmuwan, dan industrialis di Jerman. Ia uga telah menjadi Warga Negara Kehormatan sejak tahun 1988.

Arif Havas mengatakan, almarhum BJ Habibie merupakan tokoh luar biasa dalam memperkuat hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia dan Jerman

“Berkat jasa beliau pula saat ini banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Jerman. Tak heran jika Jerman saat ini menjadi salah satu tujuan belajar yang banyak diminati oleh pemuda pemudi Indonesia. Tidak hanya di bidang kedirgantaraan akan tetapi juga di bidang-bidang lainnya termasuk kemaritiman,” ujar Arif Havas.

Dikatakannya, terakhir kali ia bertemu dengan BJ Habibie saat makan siang bersama di industri galangan kapal Meyer Werft di Papenburg, Lower-Saxony 7 November tahun lalu.

"Sebelumnya saya juga pernah berkunjung ke kediaman almarhum di Solln München, Jerman Oktober tahun lalu," katanya.

“Saya masih teringat saat itu kami berbincang akrab sambil menikmati hidangan ikan, salah satu kegemaran beliau. Kesan sederhana, tulus, bersahaja dan akrab, menjadi simbol yang dari dahulu tidak pernah lepas dari sosok beliau, " ujarnya.

"Selamat jalan “Eyang Habibie“. Semoga nilai-nilai kebangsaan, optimisme, dan kejujuran yang Bapak wariskan kepada kami dapat terus tertanam untuk melanjutkan perjuangan Bapak membangun Indonesia yang lebih maju."

Pensosbud KBRI Berlin, Hannan Hadi mengatakkan bahwa pihaknya membuka Condolence Book bagi Korps Diplomatik, masyarakat Indonesia dan masyarakat Jerman yang akan menyampaikan bela sungkawa.

Baca juga: Habibie wafat, teladani Habibienomics untuk industrialisasi nasional
Baca juga: Habibie wafat, sosok pendobrak industri penerbangan itu telah tiada
Baca juga: Mahathir turut belasungkawa atas wafatnya BJ Habibie

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019