Tagana imbau masyarakat waspadai bahaya kabut asap

Tagana imbau masyarakat waspadai bahaya kabut asap

Puncak Bukit Ampan Kecamatan Pengkadan Kapuas Hulu Kalimantan Barat terbakar dan gumpalan asap di bukit yang merupakan objek wisata alam itu semakin tebal. Foto Istimewa

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kapuas Hulu, M Hatta mengimbau masyarakat Kapuas Hulu untuk mewaspadai bahaya atau pun dampak kabut asap yang terjadi di Kapuas Hulu sudah beberapa hari terakhir.
 
"Kabut asap cukup tebal di Kapuas Hulu, meski pun belum terlalu menganggu aktivitas masyarakat, namun kabut asap itu mesti di waspadai," kata M Hatta, ditemui Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Senin.
 
Dikatakan Hatta, Tagana bersama tim yang tergabung dalam Satgas Karhutla dan sejumlah pihak lainnya, terus berupaya menekan jumlah hotspot.
 
Menurut dia, hotspot di Kapuas Hulu sudah sangat menurun jika dibandingkan wilayah lain di Kalimantan Barat.
 
"Kabut asap yang terjadi di Kapuas Hulu itu kabut asap kiriman dari wilayah lain, tapi kami minta masyarakat selalu waspada dampaknya terutama untuk kesehatan," kata Hatta.

Baca juga: BPBD perkirakan asap di Kapuas Hulu kiriman dari wilayah lain

Baca juga: BPBD sebut kabut asap di Kapuas Hulu kiriman dari daerah lain
 
Dia meminta masyarakat agar menggunakan masker apabila berpergian ke uar rumah, agar tidak terkena dampak yang dapat menimbulkan penyakit ISPA.
 
Disampaikan Hatta, masyarakat juga mesti proaktif bersama-sama mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.
 
"Mengatasi Karhutla harus melalui sinergi dari semua pihak termasuk elemen masyarakat, karena dampak dari Karhutla salah satunya kabut asap dan itu dapat merugikan kesehatan kita semua," kata dia.
 
Sementara itu, salah satu warga Putussibau, Abdullah (39) mengatakan kabut asap di Putussibau sudah terlihat pekat, bahkan sangat terasa cuaca yang di selimuti kabut asap terasa seperti gersang.
 
" Panasnya beda, udara yang kita hirup itu sudah tidak segar lagi," ucap Abdullah.*
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019